Harga Nasi Lauk Naik, Sektor Kuliner Sumbang Inflasi Tahun Kaltara Juli 2026

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:45 WIB
PENYUMBANG INFLASI: Kelompok penyediaan makanan dan minuman memberikan andil 0,33 persen terhadap inflasi tahunan Kaltara pada Juli 2026. (HRK)
PENYUMBANG INFLASI: Kelompok penyediaan makanan dan minuman memberikan andil 0,33 persen terhadap inflasi tahunan Kaltara pada Juli 2026. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Harga makanan dan minuman turut menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Juli 2026. 

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tercatat mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,84 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, kenaikan tersebut terlihat dari indeks harga yang meningkat dari 108,47 pada Juli 2025 menjadi 112,64 pada Juli 2026. 

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menyebut, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil sebesar 0,33 persen terhadap inflasi tahunan Kaltara pada Juli 2026. 

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah makanan yang cukup dekat dengan konsumsi masyarakat sehari-hari. Nasi dengan lauk menjadi komoditas dengan sumbangan terbesar terhadap inflasi kelompok ini, yakni sebesar 0,08 persen. 

“Selanjutnya, bakso siap santap memberikan andil sebesar 0,05 persen. Sementara kue kering berminyak dan buburmasing-masing menyumbang 0,03 persen,” bebernya, Senin (10/8) lalu. 

Beberapa makanan lainnya juga tercatat memberikan kontribusi terhadap inflasi. Seperti soto, sate, es, dan ayam goreng, masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen. Sedangkan martabak, mi, gado-gado, dan roti bakar masing-masing menyumbang 0,01 persen. 

Data tersebut menunjukkan tekanan harga tidak hanya terjadi pada komoditas bahan pangan yang dijual secara langsung.

Tetapi juga pada makanan dan minuman yang telah diolah dan dikonsumsi masyarakat melalui jasa penyediaan makanan. 

“Meski mengalami kenaikan secara tahunan, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi Kaltara secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juli 2026,” jelasnya. 

Dengan demikian, kenaikan harga pada kelompok restoran dan penyediaan makanan lebih terlihat dalam perbandingan tahunan. 

“Perkembangan harga sejumlah menu makanan tersebut tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Karena berkaitan langsung dengan pengeluaran konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
inflasi BPS Kaltara