TV dan AC Mendadak Mati, Penyebab Kebakaran Speedboat Sekatak Akhirnya Terkuak

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:25 WIB
DIDUGA KORSLETING: Speedboat Sekatak AAA yang terbakar di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, diduga dipicu korsleting listrik. (HRK)
DIDUGA KORSLETING: Speedboat Sekatak AAA yang terbakar di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, diduga dipicu korsleting listrik. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kebakaran Speedboat Sekatak AAA yang terjadi di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8) pekan lalu, diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyambar generator berbahan bakar bensin. 

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor Ujang Sunardi, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan korsleting terjadi di bagian popi deck kapal. Sebelum api muncul, televisi dan pendingin udara (AC) di dalam speedboat diketahui mati. 

Korsleting tersebut kemudian menimbulkan percikan api yang menyambar generator berbahan bakar bensin. Karena memiliki karakteristik bahan bakar yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan membakar bagian kapal di sekitar generator. 

“Terjadi korsleting. TV dan AC mati, kemudian ada generator yang berbahan bakar bensin sehingga menyebabkan mesin terbakar,” ujarnya, Senin (10/8). 

Menurutnya, di dalam speedboat terdapat dua generator dengan jenis bahan bakar berbeda, yakni generator berbahan bakar solar dan bensin. Dari hasil pemeriksaan, generator bensin menjadi bagian yang pertama kali tersambar api.

Posisi generator berbahan bakar bensin yang menyatu dengan bodi top deck turut membuat api lebih cepat menjalar. 

“Kondisi tersebut membuat percikan api dan bahan bakar berpotensi langsung mengenai bagian bodi kapal tanpa adanya sekat pelindung yang memadai,” jelasnya. 

Meski demikian, Ujang memastikan insiden tersebut bukan disebabkan kelebihan kapasitas penumpang. Ia menyebut speedboat yang terbakar tidak mengalami over kapasitas. Saat kebakaran terjadi, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kru kapal.

“Langkah evakuasi segera dilakukan untuk mencegah adanya korban. Mengingat material berbahan fiberglass pada speedboat relatif cepat terbakar. Yang paling utama saat kejadian adalah keselamatan jiwa penumpang,” ungkapnya. 

Speedboat tersebut sebenarnya telah dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), masing-masing dua unit di bagian depan dan dua unit di bagian belakang.

Sejumlah peralatan, termasuk beberapa mesin speedboat, masih dapat diselamatkan. Meski bagian bodi kapal mengalami kerusakan cukup parah. 

“Sementara sebagian besar barang milik penumpang yang ikut terbakar juga telah mendapatkan ganti rugi,” kata dia. 

Dari sisi administrasi, Ujang menyebut izin operasional speedboat diperpanjang secara rutin setiap tahun melalui instansi terkait. 

“Pemeriksaan dan evaluasi terhadap izin serta kelayakan operasional juga dilakukan secara berkala, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran,” ujarnya. 

Pasca kejadian, UPP Kelas II Tanjung Selor bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Koordinasi dilakukan dengan KSO Pelabuhan Tarakan, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta Mahkamah Pelayaran. 

“Salah satu langkah yang akan didorong adalah perubahan tata letak generator. Khususnya generator berbahan bakar bensin. Penempatannya diupayakan tidak lagi menyatu atau menempel langsung dengan bodi kapal,” terangnya. 

Selain itu, dudukan generator akan dilengkapi pelat khusus yang dibungkus material tahan api. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko percikan api maupun tumpahan bahan bakar langsung mengenai bodi kapal. 

“Sosialisasi juga akan dilakukan kepada pemilik dan operator speedboat mengenai standar keselamatan. Termasuk penempatan mesin dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran,” katanya. 

Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi seluruh operator angkutan sungai dan laut di Kaltara.

Terutama untuk meningkatkan aspek keselamatan dan mencegah kebakaran, akibat gangguan kelistrikan maupun sistem bahan bakar. (fai/uno) 

Editor : Nurismi
Speedboat Sekatak AAA terbakar korsleting