Kurangi Ketergantungan Pada Pertambangan, Bank Indonesia Dorong Diversifikasi Sektor Perikanan Kalta

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:10 WIB
POTENSI: Komoditas rumput laut dipandang sebagai peluang paling menjanjikan. (HRK)
POTENSI: Komoditas rumput laut dipandang sebagai peluang paling menjanjikan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Ketergantungan Kalimantan Utara terhadap sektor pertambangan dinilai perlu terus dikurangi, dengan mengembangkan sektor ekonomi alternatif yang memiliki nilai tambah lebih besar. 

Dari berbagai potensi yang dimiliki daerah, sektor perikanan dan budidaya laut dipandang sebagai peluang paling menjanjikan. Untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik, mengatakan meski kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah masih mendominasi, porsinya secara bertahap mulai menurun.

Kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sektor-sektor produktif lainnya. 

“Kontribusi pertambangan memang masih cukup besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara. Namun, ke depan kita berharap ada sektor lain yang mampu mengambil peran lebih besar. Sehingga struktur ekonomi menjadi lebih beragam,” ujarnya, Jumat (7/8). 

Menurutnya, potensi terbesar yang dimiliki Kaltara berada pada sektor perikanan. Wilayah laut yang luas, didukung sumber daya kelautan yang melimpah. Menjadi modal penting untuk mengembangkan budidaya maupun industri pengolahan hasil laut. 

Komoditas seperti rumput laut, perikanan tangkap, hingga produk olahan perikanan dinilai memiliki daya saing tinggi. Bahkan, sejumlah produk kelautan dari Kaltara telah menembus pasar internasional. 

“Kita memiliki potensi budidaya laut yang sangat besar, termasuk rumput laut dan hasil perikanan yang selama ini sudah diekspor ke beberapa negara. Ini menjadi kekuatan ekonomi yang perlu terus didorong,” jelasnya. 

Selain sektor kelautan, ia menilai perdagangan dan industri pengolahan juga berpeluang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi baru.

Apalagi, Kalimantan Utara telah memiliki kawasan industri hijau yang diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas unggulan. 

Keberadaan kawasan industri tersebut, lanjutnya, dapat memperkuat rantai pasok (supply chain). Sekaligus meningkatkan nilai tambah produk, baik yang berasal dari sektor pertambangan maupun sektor nonpertambangan. 

Ia menegaskan, percepatan diversifikasi ekonomi tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Agar potensi yang dimiliki Kalimantan Utara dapat dioptimalkan. 

“Potensi Kaltara sangat besar. Tinggal bagaimana seluruh pihak bersama-sama membangun ekosistem yang mampu mengembangkan sektor-sektor unggulan. Sehingga pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” harapnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
pengembangan sektor perikanan Bank Indonesia Kaltara