Pasokan Tambahan Tiba Dari Tarakan, Ketersediaan BBM Di Nunukan Kembali Normal

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:25 WIB
ANTRE PEMBELIAN: Warga Nunukan kembali mengantre saat membeli BBM di salah satu SPBU. (PERTAMINA PATRA NIAGA UNTUK HRK)
ANTRE PEMBELIAN: Warga Nunukan kembali mengantre saat membeli BBM di salah satu SPBU. (PERTAMINA PATRA NIAGA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan mulai kembali stabil, setelah tambahan pasokan tiba dan didistribusikan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok dalam kondisi aman. Sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal di tengah meningkatnya kebutuhan beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun, mengatakan seluruh rangkaian distribusi dilakukan dengan memprioritaskan kelancaran pengiriman dari Fuel Terminal Tarakan menuju Pulau Nunukan. 

Proses pengisian kapal pengangkut BBM juga dipercepat agar pasokan segera diterima di SPBU.

“Pertamina telah mengoptimalkan pengiriman pasokan BBM ke Nunukan, serta memprioritaskan proses pengisian dan keberangkatan kapal pengangkut dari Fuel Terminal Tarakan. Pasokan telah tiba dan disalurkan ke sejumlah SPBU, sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (6/8).

Selama proses distribusi tambahan berlangsung, Pertamina turut mengoperasikan SPBU 65.774.006 sebagai SPBU pendukung guna menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan BBM tetap dapat dilayani, meski sempat terjadi peningkatan antrean kendaraan di sejumlah lokasi.

Ia menjelaskan, antrean yang muncul merupakan dampak meningkatnya permintaan masyarakat ketika pasokan tambahan masih dalam perjalanan.

Namun pelayanan di SPBU tetap berlangsung secara tertib hingga distribusi kembali normal setelah kapal pengangkut tiba di Nunukan.

Pada Rabu (5/8), dua kapal pengangkut BBM telah melakukan pembongkaran muatan untuk memasok sejumlah SPBU di Pulau Nunukan.

Selanjutnya, pada Kamis (6/8), dilakukan penyaluran tambahan sebanyak 89 kiloliter (KL) Pertalite dan 30 KL Bio Solar ke SPBU 65.774.004. 

Pengiriman berikutnya juga telah dijadwalkan guna menjaga kesinambungan distribusi, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Pertamina turut menanggapi beredarnya informasi mengenai harga BBM eceran dalam botol yang disebut mencapai Rp 35 ribu per liter. 

Edi menegaskan harga tersebut bukan merupakan harga resmi yang berlaku di SPBU maupun lembaga penyalur resmi Pertamina.

“SPBU merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen. BBM yang telah dibeli masyarakat tidak untuk diperjualbelikan kembali,” tegasnya.

Pertamina juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi di lapangan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengelola SPBU serta pihak-pihak terkait.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung tepat sasaran dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan membeli BBM sesuai kebutuhan melalui SPBU maupun lembaga penyalur resmi Pertamina. Dengan kondisi pasokan yang telah kembali tersedia, diharapkan pelayanan di seluruh SPBU di Pulau Nunukan dapat berlangsung normal,” pesannya.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM.

Pertamina menyediakan layanan Pertamina Customer Solutions 135, surat elektronik pcc135@pertamina.com, serta kanal media sosial resmi @pertamina135 sebagai sarana pengaduan dan informasi. (sas/uno)

Editor : Nurismi
bbm kuota bbm PT Pertamina Patra Niaga