Jaga Stabilitas Kamtibmas dan Ekonomi, AKBP Bonifasius Rumbewas Resmi Pimpin Polres Tarakan

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:35 WIB
PENYAMBUTAN: AKBP Bonifasius Rumbewas tiba di Mako Polres Tarakan, Rabu (5/8). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PENYAMBUTAN: AKBP Bonifasius Rumbewas tiba di Mako Polres Tarakan, Rabu (5/8). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pergantian pimpinan Polres Tarakan diikuti penugasan baru bagi AKBP Bonifasius Rumbewas. 

Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Agus Wijayanto memberikan penekanan agar Kapolres Tarakan yang baru menjaga.

Sekaligus meningkatkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi Kalimantan Utara tersebut.

AKBP Bonifasius resmi menjabat Kapolres Tarakan menggantikan AKBP Erwin Syaputra Manik. Setelah mengikuti serah terima jabatan yang dipimpin Kapolda Kaltara di Mapolda Kalimantan Utara pada 31 Juli 2026.

Rangkaian pergantian kepemimpinan kemudian dilanjutkan dengan tradisi pedang pora di Mapolres Tarakan, Rabu (5/8), sebagai penyambutan pejabat baru sekaligus pelepasan pejabat lama.

Mengawali masa tugasnya, Bonifasius mengungkapkan bahwa salah satu arahan utama dari Kapolda, memastikan situasi kamtibmas di Kota Tarakan tetap terpelihara. Sekaligus semakin kondusif di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

“Terhitung mulai tanggal 31 Juli kami menerima amanah dari Bapak Kapolda sesuai telegram dari Mabes Polri, untuk melaksanakan tugas sebagai Kapolres Tarakan. Bapak Kapolda menekankan, kami selaku pejabat Kapolres yang baru untuk lebih meningkatkan situasi kamtibmas yang ada di wilayah Tarakan,” ujarnya.

Bonifasius menilai tantangan yang dihadapi di Tarakan berbeda dibandingkan saat dirinya memimpin Polres Nunukan.

Perbedaan itu tidak hanya terlihat dari jumlah penduduk. Tetapi juga aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, hingga dinamika sosial yang berkembang di wilayah perkotaan.

Sebagai pintu gerbang sekaligus pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Utara, Tarakan memiliki karakteristik yang menuntut respons cepat terhadap setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Menurutnya, sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik juga telah menjadi atensi pimpinan Polda Kalimantan Utara.

Penanganan yang cepat dan tepat dinilai penting. Agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi gangguan terhadap stabilitas keamanan.

“Ada beberapa kasus yang mungkin disampaikan langsung oleh Bapak Kapolda kepada kami yang menjadi atensi publik untuk segera ditangani. Jangan sampai terjadi ketersinggungan dari masyarakat yang kemudian bisa berdampak langsung kepada situasi kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Tarakan,” katanya.

Selain persoalan keamanan, Bonifasius juga menyoroti eratnya hubungan antara perkembangan ekonomi, dinamika sosial, dan situasi politik dengan kondisi kamtibmas di Kota Tarakan.

Menurutnya, seluruh aspek tersebut perlu dipahami jajaran kepolisian sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah di lapangan.

Ia menegaskan, meski Polri bersikap netral dalam politik, aparat kepolisian tetap harus memahami dinamika politik yang berkembang. Agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

“Melihat kompleksitas perekonomian, kebutuhan masyarakat yang ada di sini, kemudian situasi politik yang lebih kompleks di Tarakan, tentunya ini mempunyai keterikatan khusus yang bisa berdampak langsung kepada situasi kamtibmas. Kita sebagai anggota polisi walaupun tidak berpolitik. Tetapi harus paham dan tahu tentang politik untuk bisa menjadi bekal kami mengambil kebijakan dan langkah-langkah,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugas di Tarakan, Bonifasius juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menyebut sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Pemerintah Kota Tarakan, instansi terkait, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan.

Menurutnya, pemeliharaan kamtibmas tidak dapat dilakukan hanya oleh institusi kepolisian. Karena keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari terciptanya kondisi daerah yang aman dan kondusif.

“Kami sebagai manusia tentu mempunyai keterbatasan. Karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh personel, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat. Polres Tarakan tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi menjadi kunci untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang mantap,” tegasnya.

Sebagai agenda awal setelah resmi memimpin Polres Tarakan, Bonifasius dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah instansi dan Pemerintah Kota Tarakan.

Selain memperkenalkan diri, kunjungan tersebut menjadi bagian dari membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di Kota Tarakan.

“Setelah kegiatan ini kami akan melaksanakan sambang ke instansi-instansi terkait dan pemerintah daerah. Sekaligus melapor bahwa kami bergabung sebagai warga Tarakan dan melaksanakan tugas di sini,” tutupnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
AKBP Bonifasius kapolres tarakan