HARIAN RAKYAT KALTARA — Perlambatan ekonomi yang dipengaruhi kondisi global menjadi tantangan bagi berbagai daerah, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara).
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memprioritaskan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Karena mampu menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat.
Di saat sejumlah sektor mengalami perlambatan, keberadaan UMKM dinilai lebih adaptif dan mampu menjadi penopang aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika ekonomi.
“Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan, peningkatan kualitas produk, penguatan akses pasar. Hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha,” terangnya, Selasa (4/8).
Ia menilai digitalisasi menjadi salah satu langkah yang perlu dipercepat. Perubahan pola transaksi dan perilaku konsumen menuntut pelaku UMKM mampu memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk secara lebih luas.
“Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha tidak lagi terbatas pada pasar lokal. Tetapi memiliki kesempatan menjangkau konsumen di berbagai daerah bahkan hingga pasar nasional,” kata dia.
Selain pemasaran, digitalisasi juga membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis. Berbagai aplikasi pencatatan keuangan, pembayaran digital, hingga promosi melalui media sosial dinilai dapat meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Kita perlu memperkuat UMKM melalui digitalisasi. Dengan begitu, ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang akan semakin besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.Termasuk perbankan, lembaga pendamping usaha, serta sektor swasta.
“Dukungan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan. Sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produknya,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan UMKM bukan hanya bertujuan menjaga aktivitas ekonomi saat ini. Tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun struktur ekonomi daerah yang lebih kuat dan inklusif.
“Semakin banyak UMKM yang berkembang, semakin besar pula kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ia optimistis dengan dukungan pemerintah dan kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, UMKM Kaltara akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Sekaligus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah pada masa mendatang. (fai/uno)
Editor : Nurismi