HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemrpov Kaltara) menyiapkan langkah cepat untuk menangani kerusakan jalan di kawasan Krayan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim hujan.
Penanganan difokuskan pada titik-titik kritis yang menyebabkan kendaraan sulit bahkan tidak dapat melintas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kaltara Helmi, mengatakan sedikitnya terdapat sekitar 17 titik kerusakan yang tersebar di ruas jalan Long Bawan, Long Layu hingga Binuang.
Sebagian besar berupa longsor, kubangan, dan kerusakan badan jalan akibat tingginya curah hujan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan menunggu proyek pembangunan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki seluruh kerusakan tersebut.
Penanganan darurat akan dilakukan lebih dulu melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), serta dukungan anggaran pada APBD Perubahan 2026.
“Kami ingin masyarakat tetap bisa melintas. Yang paling mendesak adalah menangani titik-titik yang benar-benar menghambat kendaraan,” ujarnya, Minggu (2/8).
Helmi menjelaskan, penggunaan BTT masih menunggu surat dari Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Malinau yang menyatakan kondisi tersebut sebagai bencana.
Setelah administrasi tersebut terpenuhi, pemerintah provinsi dapat segera mengalokasikan anggaran untuk penanganan darurat.
“Selain BTT, Pemprov juga telah menyiapkan sekitar Rp 5 miliar dalam APBD Perubahan untuk memperbaiki kerusakan yang paling parah,” terangnya.
Ia menegaskan kerusakan jalan sebenarnya tidak terjadi sepanjang ruas. Sebagian besar jalan sudah dapat dilalui. Namun terdapat beberapa lokasi yang mengalami longsor maupun genangan sehingga kendaraan tidak bisa lewat.
“Kalau titik-titik itu ditangani, akses masyarakat akan jauh lebih baik sambil menunggu pembangunan dari pemerintah pusat,” katanya.
Ia berharap penanganan darurat dapat menjadi solusi sementara agar aktivitas masyarakat, distribusi barang, dan pelayanan publik di wilayah perbatasan tetap berjalan normal. (fai/uno)
Editor : Nurismi