HARIAN RAKYAT KALTARA - Upaya meningkatkan konektivitas menuju kawasan perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan, terus dilakukan pemerintah.
Dua jembatan strategis yang menjadi bagian dari jalur menuju Long Bawan kini tengah dibangun dan ditargetkan rampung pada 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kalimantan Utara Helmi, mengatakan kedua jembatan tersebut adalah Jembatan Semamu dan Jembatan Binuang.
Keduanya dibangun menggunakan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema multiyears. Proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.
“Pemerintah optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Sehingga akses transportasi menuju kawasan perbatasan semakin baik. Pembangunan sudah berjalan. Informasi yang kami terima, target penyelesaiannya pada 2027,” ujarnya, Kamis (30/7).
Ia menjelaskan, pembangunan dua jembatan tersebut merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur perbatasan yang didorong pemerintah pusat.
Proyek ini terealisasi setelah adanya koordinasi intensif antara Pemprov Kaltara dengan kementerian terkait mengenai kebutuhan infrastruktur di wilayah Krayan.
Selama ini, kondisi jembatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi barang menuju Long Bawan dan sejumlah wilayah di Krayan.
“Kehadiran jembatan permanen diharapkan dapat meningkatkan keandalan jalur transportasi yang selama ini menghadapi berbagai kendala. Terutama saat musim hujan,” jelasnya.
Meski demikian, Helmi menilai pembangunan jembatan saja belum cukup untuk membuka akses secara optimal.
Menurutnya, peningkatan kualitas ruas jalan penghubung harus berjalan seiring. Agar manfaat investasi infrastruktur tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau jembatannya selesai tetapi jalannya masih sulit dilewati, tentu manfaatnya belum optimal. Dua-duanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltara terus mendorong percepatan penanganan ruas jalan menuju Krayan melalui dukungan pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting agar konektivitas menuju kawasan perbatasan semakin lancar. Sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan dasar, serta mobilitas masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Kami berharap pembangunan kedua jembatan beserta peningkatan ruas jalan dapat selesai sesuai jadwal. Dengan demikian, akses menuju Krayan akan semakin aman, nyaman, dan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan perbatasan Kaltara,” ujarnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi