Permudah Perawatan Pipa BBM, Pertamina Usulkan Peninggian Badan Jalan Yos Sudarso Tarakan

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:35 WIB
PERUBAHAN KONSTRUKSI: PT Pertamina Patra Niaga usulkan sebagian jalan di sekitar jetty untuk ditinggikan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PERUBAHAN KONSTRUKSI: PT Pertamina Patra Niaga usulkan sebagian jalan di sekitar jetty untuk ditinggikan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Ruas Jalan Yos Sudarso di depan jetty Lingkas Ujung diusulkan mengalami perubahan konstruksi, agar memiliki ruang di bawah badan jalan. 

PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan mengajukan peninggian sebagian ruas jalan tersebut. Karena posisi pipa penyalur bahan bakar minyak (BBM) hanya berjarak sekitar 50 sentimeter dari permukaan jalan. Sehingga menyulitkan proses inspeksi maupun perawatan.

Usulan tersebut disampaikan Fuel Terminal Manager Tarakan PT Pertamina Patra Niaga Hario Soma Pangestu, saat audiensi dengan Wali Kota Tarakan Khairul, Senin (27/7) lalu. 

Pertemuan itu membahas kebutuhan pemeliharaan infrastruktur pipa yang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso. Sekaligus koordinasi mengenai kewenangan jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan jetty.

“Jarak pipa dengan badan jalan hanya sekitar 50 sentimeter. Sehingga menyulitkan kami saat melakukan perawatan maupun ketika terjadi kondisi darurat,” ujar Hario, Selasa (28/7).

Menurutnya, Pertamina mengusulkan agar ruas jalan di atas pipa dibangun lebih tinggi menggunakan konstruksi menyerupai ramp atau jembatan.

Dengan ruang bebas sekitar 1,7 meter, petugas dapat masuk ke bawah badan jalan untuk melakukan inspeksi. Pengukuran ketebalan pipa hingga perbaikan apabila terjadi gangguan.

“Kalau memungkinkan jalan itu dibuat lebih tinggi sehingga ada ruang sekitar 1,7 meter. Dengan begitu petugas bisa masuk untuk melakukan perawatan ataupun perbaikan jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat,” katanya.

Hario menjelaskan, pipa tersebut merupakan infrastruktur vital yang menjadi jalur penerimaan BBM dari kapal menuju Fuel Terminal Tarakan. Sekaligus jalur distribusi pasokan ke Kabupaten Malinau, Tana Tidung, Nunukan dan Pulau Sebatik.

Selama ini kondisi pipa terus dipantau melalui pemeriksaan berkala. Termasuk pengukuran ketebalan material. Namun keterbatasan ruang di bawah badan jalan membuat pekerjaan inspeksi dan pemeliharaan belum dapat dilakukan secara optimal.

“Pipa ini menjadi sarana yang sangat penting bagi kami. Karena menjadi jalur utama penerimaan dan distribusi BBM. Selama ini kondisinya terus kami pantau dan rawat. Hanya saja akses untuk melakukan pekerjaan di bawah jalan memang sangat terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana peninggian jalan sebenarnya telah masuk dalam pra-proyek investasi Pertamina Regional Balikpapan.

Namun karena pekerjaan bersinggungan dengan aset jalan milik pemerintah, pembahasan harus dilakukan bersama instansi yang berwenang.

Dalam audiensi tersebut, Pertamina memperoleh arahan agar menyampaikan surat resmi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Provinsi di Tanjung Selor dengan tembusan kepada Pemerintah Kota Tarakan. Surat tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk memberikan dukungan terhadap proses koordinasi.

“Arahan Pak Wali, kami diminta menyurati Balai Jalan Provinsi dan ditembuskan ke beliau. Berdasarkan surat itu nanti Pak Wali akan membuat surat dukungan untuk memperkuat koordinasi kami dengan Balai Jalan Provinsi,” ungkap Hario.

Selain peninggian badan jalan, Pertamina juga mempertimbangkan opsi pembangunan pipe rack maupun penggantian pipa. Namun kedua alternatif tersebut masih memerlukan kajian teknis. Sehingga peninggian jalan dinilai menjadi pilihan yang paling memungkinkan untuk saat ini.

“Engineering-nya memang belum ada. Salah satu opsi yang paling memungkinkan memang meninggikan jalan. Opsi lain seperti pipe rack atau penggantian pipa masih harus dihitung lagi,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan akses, Hario memastikan kondisi pipa masih dalam keadaan baik dan tetap memenuhi standar operasional. Pemeriksaan ketebalan pipa terus dilakukan secara berkala untuk memastikan penyaluran BBM tetap aman dan andal.

Apabila usulan tersebut disetujui, pelaksanaan pekerjaan akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Termasuk pengaturan arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan selama proses konstruksi.

“Kalau nanti dilaksanakan tentu akan dikoordinasikan. Kemungkinan pengerjaannya dilakukan bertahap agar kendaraan tetap bisa melintas,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul menjelaskan ruas Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Mulawarman merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Pemerintah Kota Tarakan, kata dia, siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki. Agar proses koordinasi dengan pemerintah provinsi berjalan lancar.

“Kami mendukung rencana pemeliharaan pipa Pertamina sesuai kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah. Untuk proses yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, kami siap memberikan surat dukungan agar koordinasi dapat berjalan dengan baik,” singkat Khairul. (sas/uno)

Editor : Nurismi
peninggian jalan perawatan pipa PT Pertamina Patra Niaga