Polres Tarakan Hentikan Penyelidikan Begal Gunung Selatan Usai Pelapor Akui Cerita Palsu

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 11:50 WIB
PERMINTAAN MAAF: Terduga pelaku penyebaran hoaks meminta maaf kepada ormas dan masyarakat Tarakan di Mako Polres Tarakan, Senin (27/7) lalu. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
PERMINTAAN MAAF: Terduga pelaku penyebaran hoaks meminta maaf kepada ormas dan masyarakat Tarakan di Mako Polres Tarakan, Senin (27/7) lalu. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Misteri dugaan aksi begal yang sempat menggegerkan warga di kawasan Gunung Selatan, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, akhirnya terungkap. 

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Satreskrim Polres Tarakan memastikan peristiwa yang sebelumnya dilaporkan sebagai aksi pencurian dengan kekerasan tidak pernah terjadi.

Pemuda berinisial AR yang menjadi pelapor mengakui seluruh cerita yang disampaikannya kepada kepolisian tidak sesuai dengan fakta.

Kasus tersebut sebelumnya menyita perhatian masyarakat setelah beredar informasi bahwa AR menjadi korban begal pada Rabu (22/7) malam.

Dalam laporan awal, ia mengaku dihampiri seseorang yang meminta bantuan karena mengalami kendala kendaraan di kawasan Gunung Selatan. 

Setelah berhenti, AR mengaku diserang oleh orang tidak dikenal hingga mengalami luka dan kehilangan telepon genggam serta dompet berisi uang tunai.

Laporan itu kemudian menjadi dasar penyelidikan Satreskrim Polres Tarakan. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, mengumpulkan keterangan saksi. Serta mencocokkan seluruh informasi dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada terjadinya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan.

Berdasarkan pendalaman tersebut, AR akhirnya memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa cerita mengenai aksi begal yang disampaikannya tidak benar.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Kota Tarakan, pihak kepolisian, dan semua pihak yang sudah merasa resah dengan informasi yang saya sampaikan. Cerita tentang kejadian begal itu tidak benar dan saya menyesal karena sudah membuat masyarakat khawatir,” ujar AR saat ditemui di Mapolres Tarakan, Senin (27/7) malam.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginald Yuniawan Sujono mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan yang diterima polisi.

Seluruh tahapan pemeriksaan telah dilaksanakan. Mulai dari meminta keterangan pelapor hingga mencocokkan hasil pemeriksaan dengan fakta yang ditemukan.

“Dari proses penyelidikan yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya peristiwa pidana seperti yang disampaikan dalam laporan awal,” kata Reginald.

Menurutnya, setelah dilakukan klarifikasi lebih lanjut, AR mengakui bahwa informasi yang disampaikan kepada penyidik tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Atas dasar itu, kepolisian memutuskan menghentikan penyelidikan terhadap laporan dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut.

“Yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta. Karena itu, proses penyelidikan kami hentikan,” ujarnya.

Reginald menjelaskan, kepolisian selanjutnya akan berkoordinasi dengan keluarga AR untuk memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, penyampaian informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sekaligus menguras waktu dan sumber daya aparat yang harus melakukan penyelidikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memberikan pembinaan. Harapannya, yang bersangkutan dapat memahami dampak dari informasi yang disampaikan dan tidak mengulangi perbuatan serupa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama melalui media sosial.

Masyarakat diminta melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima dan segera menghubungi Call Center Kepolisian 110. Apabila menemukan atau mengalami peristiwa yang memerlukan kehadiran petugas.

“Kalau menerima informasi terkait suatu kejadian, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Informasi yang belum pasti jangan langsung disebarkan karena bisa berdampak terhadap situasi keamanan di masyarakat,” tegasnya.

Sebelum fakta tersebut terungkap, informasi dugaan begal di Gunung Selatan sempat memicu perhatian luas. Sejumlah warga mengaku khawatir saat melintasi kawasan tersebut.

Sementara beberapa organisasi kemasyarakatan turut melakukan pemantauan di lokasi sebagai respons terhadap informasi yang beredar.

Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan Ricky Febriansyah, mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dalam beraktivitas. Namun tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat tetap harus waspada saat beraktivitas, tetapi setiap informasi yang beredar perlu dicek kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru membuat situasi menjadi tidak nyaman,” kata Ricky.

Dengan adanya pengakuan pelapor dan hasil penyelidikan kepolisian, dugaan aksi begal di kawasan Gunung Selatan dinyatakan tidak terbukti.

Kepolisian berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran agar setiap informasi yang beredar di tengah masyarakat disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta. (sas/uno)

Editor : Nurismi
gunung selatan pembegalan hoaks