HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengedepankan pendekatan rehabilitasi sebagai bagian dari upaya penanganan penyalahgunaan narkotika.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 238 penyalahguna narkoba telah menjalani program rehabilitasi sesuai tingkat ketergantungan yang dialami.
Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Abdul Hasyim, mengatakan rehabilitasi merupakan langkah penting untuk membantu penyalahguna melepaskan diri dari ketergantungan.
Sekaligus memulihkan kondisi fisik, mental, dan sosial agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Menurutnya, proses rehabilitasi tidak diterapkan dengan pola yang sama kepada seluruh penyalahguna. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil asesmen yang menentukan tingkat ketergantungan setiap individu.
“Untuk yang sudah mengalami ketergantungan berat menjalani rawat inap. Sedangkan pengguna pemula menjalani rawat jalan,” ujarnya, Kamis (23/7) lalu.
Ia menjelaskan, penyalahguna dengan tingkat ketergantungan berat membutuhkan pengawasan intensif melalui layanan rawat inap, agar proses pemulihan berjalan optimal.
Sementara itu, pengguna yang masih berada pada tahap awal penyalahgunaan dapat mengikuti program rawat jalan dengan pendampingan tenaga profesional.
Selain memberikan layanan rehabilitasi, BNNP Kaltara juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penanganan dini terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Sosialisasi dilakukan untuk menghilangkan stigma yang masih melekat terhadap rehabilitasi. Serta mendorong keluarga agar tidak ragu mencari bantuan ketika mengetahui ada anggota keluarganya yang terjerat penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Ia menegaskan rehabilitasi bukanlah bentuk hukuman, melainkan upaya pemulihan yang bertujuan mengembalikan penyalahguna. Agar dapat kembali produktif dan menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.
“Semakin cepat seseorang mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk pulih dari ketergantungan. Dan terhindar dari dampak yang lebih serius akibat penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak menutup-nutupi. Apabila menemukan anggota keluarga atau kerabat yang membutuhkan rehabilitasi.
“Dukungan keluarga dan lingkungan, kata dia, menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pemulihan,” imbuhnya.
BNNP Kaltara berharap pendekatan rehabilitasi yang terus diperkuat dapat menekan angka penyalahgunaan narkotika.
Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pecandu dan penyalahguna narkoba membutuhkan penanganan yang tepat. Agar dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. (fai/uno)
Editor : Nurismi