Topang Perdagangan Luar Negeri, Sektor Tambang Tumbuhkan Nilai Ekspor Kaltara

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 07:15 WIB
EKSPOR KALTARA: Sektor pertambangan yang menjadi kontributor terbesar terhadap total ekspor daerah. (HRK)
EKSPOR KALTARA: Sektor pertambangan yang menjadi kontributor terbesar terhadap total ekspor daerah. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kinerja ekspor Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren positif sepanjang Januari—Mei 2026. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat nilai ekspor asli mencapai USD 597,24 juta, atau meningkat 6,75 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 559,48 juta. 

Kepala BPS Kaltara Mustaqim, mengatakan peningkatan tersebut masih didominasi oleh sektor pertambangan yang menjadi kontributor terbesar terhadap total ekspor daerah. 

Berdasarkan data BPS, sektor hasil tambang mencatat nilai ekspor sebesar USD 402,60 juta, meningkat 10,58 persen secara tahunan (year on year).Kontribusi sektor ini mencapai sekitar 67,41 persen dari total ekspor asli Kaltara. 

Ini menjadikannya sebagai penopang utama perdagangan luar negeri provinsi termuda di Indonesia tersebut. 

“Selain pertambangan, sektor industri juga mengalami pertumbuhan meski relatif terbatas. Nilai ekspornya mencapai USD 171,14 juta, atau naik 0,76 persen dibandingkan Januari—Mei 2025,” jelasnya, Jumat (24/7). 

Di sisi lain, sektor pertanian masih mengalami tekanan. Nilai ekspor hasil pertanian tercatat sebesar USD 17,78 juta, turun 24,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor migas mencatat pertumbuhan paling tinggi secara persentase. 

“Nilai ekspor migas meningkat 168,50 persen, dari USD 2,13 juta menjadi USD 5,72 juta. Meski demikian, kontribusinya terhadap total ekspor masih di bawah satu persen,” ungkapnya. 

Jika dilihat berdasarkan aktivitas ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Utara, total nilai ekspor Januari—Mei 2026 mencapai USD 575,24 juta, atau meningkat 1,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Mei 2026 saja, nilai ekspor tercatat USD 140,85 juta, naik 20,95 persen dibandingkan Mei 2025. 

“Kenaikan ekspor melalui pelabuhan di Kaltara, didorong meningkatnya ekspor hasil tambang dan migas. Sebaliknya, ekspor hasil industri dan pertanian masih mengalami penurunan. Sehingga menahan laju pertumbuhan ekspor secara keseluruhan,” sebut dia. 

BPS juga mencatat sebagian ekspor komoditas asal Kaltara masih dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi. Selama Januari—Mei 2026, nilainya mencapai USD 63,43 juta.

Sebagian besar ekspor tersebut diberangkatkan melalui Jawa Timur dengan nilai USD 58,50 juta, disusul Sulawesi Selatan USD 4,02 juta, dan DKI Jakarta USD 0,87 juta. (fai/uno)

Editor : Nurismi
BPS Kaltara tambang ekspor