Pasca Kasus Pembegalan, Pengamanan Rawan Malam Di Gunung Selatan Tarakan Diperketat

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:35 WIB
PERKETAT PATROLI: Personel Polres Tarakan saat melakukan patroli bersama ormas di TKP dugaan pembegalan, Kamis (23/7) malam. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
PERKETAT PATROLI: Personel Polres Tarakan saat melakukan patroli bersama ormas di TKP dugaan pembegalan, Kamis (23/7) malam. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA  — Sehari setelah seorang mahasiswa menjadi korban dugaan begal di Jalan Gunung Selatan, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, suasana di ruas jalan tersebut berubah. 

Puluhan personel Polres Tarakan bersama gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan turun langsung melakukan pengamanan, patroli, dan menyapa warga yang melintas pada Kamis (23/7) malam.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik menegaskan, langkah itu dilakukan di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Di saat tim Satreskrim memburu pelaku, jajaran kepolisian juga mempertebal kehadiran personel di lapangan. Guna memastikan kawasan yang sempat menjadi perhatian masyarakat tersebut tetap aman.

“Ini bentuk sinergi antara Polri dan elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan. Pasca adanya laporan dugaan tindak pidana di kawasan Jalan Gunung Selatan,” ujarnya Jumat (24/7).

Seluruh peserta terlebih dahulu berkumpul di simpang dua Jalan Gunung Selatan, sebelum bergerak menyusuri ruas jalan yang menjadi lokasi kejadian.

Perwakilan ormas juga menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan lingkungan serta mengingatkan masyarakat. Agar tetap waspada ketika melintas pada malam hari.

“Ada beberapa ormas menyebar di sepanjang ruas Jalan Gunung Selatan, sehingga pemantauan terhadap situasi di lapangan dapat dilakukan secara maksimal,” tuturnya.

Bersama personel kepolisian, mereka memberikan imbauan kepada para pengendara. Sekaligus memantau aktivitas masyarakat hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.50 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.

Di balik pengamanan tersebut, penyelidikan terhadap dugaan begal terus berjalan. Sesaat setelah menerima laporan korban, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Identifikasi mengamankan barang bukti, mendokumentasikan kondisi lokasi. Serta melakukan pemeriksaan awal guna menemukan petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku.

“Penyidik juga telah memeriksa pelapor, korban, dan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Informasi dari masyarakat di sekitar lokasi turut dihimpun untuk mempersempit identitas pelaku,” ungkap Erwin.

Satreskrim Polres Tarakan selanjutnya membentuk tim yang ditugaskan melakukan penyelidikan. Sekaligus pengejaran terhadap pelaku. Selain fokus pada pengungkapan kasus, Polres Tarakan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. 

Patroli melibatkan personel Satlantas, Sat Samapta melalui Unit Perintis Presisi, hingga seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Tarakan.

Menurut Kapolres, peningkatan patroli dilakukan terutama pada jam-jam rawan. Guna memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat dan mencegah terjadinya tindak kriminal serupa.

“Kami mengoptimalkan patroli dan tetap memfokuskan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur,” tegas Erwin.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang mengetahui atau memiliki informasi terkait dugaan begal tersebut diminta segera melapor kepada Polres Tarakan atau kantor kepolisian terdekat.

Pihak kepolisian bersama perwakilan ormas juga akan terus berkoordinasi untuk mengevaluasi kondisi keamanan di Jalan Gunung Selatan.

Apabila situasi dinilai masih memerlukan pengamanan tambahan, kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan. Sebagai bagian dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tarakan. (sas/uno)

Editor : Nurismi
gunung selatan begal