Pamit Salat Jumat Tapi Balapan, Belasan Remaja Diamankan Satlantas Polres Tarakan

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:15 WIB
BALAP LIAR: Beberapa remaja diamankan polisi saat diduga melakukan balap liar di sekitar Islamic Center, Jumat (24/7). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
BALAP LIAR: Beberapa remaja diamankan polisi saat diduga melakukan balap liar di sekitar Islamic Center, Jumat (24/7). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Sejumlah remaja yang berpamitan kepada orang tua dengan alasan hendak menunaikan Salat Jumat justru diamankan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan.

Saat diduga melakukan aksi balap liar di kawasan belakang Islamic Center Kota Tarakan, Jumat (24/7) sekitar pukul 12.30 Wita.

Penertiban dilakukan setelah Satlantas Polres Tarakan menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya aktivitas balap liar di lokasi tersebut.

Aksi para remaja dinilai meresahkan warga sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Kasat Lantas Polres Tarakan Iptu Ardi Wisnu Pradana, mengatakan personel segera bergerak menuju lokasi begitu menerima informasi dari masyarakat.

Saat tiba di kawasan belakang Islamic Center, petugas menemukan sejumlah remaja yang tengah berkumpul dan diduga melakukan balap liar.

Dari hasil pemeriksaan, petugas memperoleh keterangan sebagian remaja tersebut sebelumnya berpamitan kepada orang tua dengan alasan akan melaksanakan Salat Jumat. Namun, mereka justru menuju lokasi di belakang Islamic Center untuk mengikuti aksi balap liar.

“Sebagian remaja yang kami amankan diketahui berpamitan kepada orang tua dengan alasan hendak melaksanakan Salat Jumat. Faktanya, mereka berkumpul dan melakukan balap liar yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Ardi.

Menurutnya, balap liar bukan hanya melanggar aturan lalu lintas. Tetapi juga berisiko tinggi memicu kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian bagi masyarakat.

“Balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi juga merupakan tindakan yang mengancam keselamatan pelaku maupun masyarakat. Kami akan menindak tegas setiap pelaku sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Selain melakukan penindakan, personel Satlantas juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada para remaja yang diamankan.

Mereka diingatkan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Serta memahami risiko hukum maupun bahaya keselamatan yang dapat ditimbulkan akibat balap liar.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya. Terutama ketika berada di luar rumah, baik pada waktu ibadah maupun di luar jam sekolah. Pengawasan dari keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas yang melanggar hukum,” pesannya.

Di sisi lain, Satlantas Polres Tarakan mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan. Apabila menemukan adanya indikasi balap liar di wilayah Kota Tarakan.

Informasi dari masyarakat dinilai sangat membantu kepolisian dalam melakukan tindakan cepat sebelum aktivitas tersebut berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Melalui sinergi antara kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat, Satlantas Polres Tarakan berharap tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang tetap terjaga. Sekaligus mencegah aksi balap liar yang kerap melibatkan kalangan remaja. (sas/uno)

Editor : Nurismi
balap liar Satlantas Polres Tarakan