Ajukan Izin ke DPMPTSP, Hypermart Siap Garap Pasar Ritel Modern Kota Tarakan

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:30 WIB
PERMOHONAN: Salah seorang pemohon saat mengajukan pelayanan di DPMPTSP Kota Tarakan, Rabu (22/7) lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PERMOHONAN: Salah seorang pemohon saat mengajukan pelayanan di DPMPTSP Kota Tarakan, Rabu (22/7) lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Jaringan ritel nasional Hypermart bersiap memperluas bisnisnya ke Kota Tarakan. 

Perusahaan tersebut telah mengajukan perizinan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tarakan untuk membuka gerai di kawasan Gunung Lingkas. Menambah daftar investasi sektor perdagangan modern yang terus berkembang di kota ini.

Kepala DPMPTSP Kota Tarakan, H Sugeng membenarkan bahwa proses perizinan Hypermart telah masuk dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hypermart yang akan masuk itu rencananya di Gunung Lingkas. Izinnya sudah masuk,” kata Sugeng, belum lama ini.

Masuknya jaringan ritel berskala nasional tersebut menjadi salah satu investasi baru di sektor perdagangan modern. Yang dinilai akan memperluas pilihan masyarakat sekaligus menambah aktivitas ekonomi di Tarakan.

“Dengan adanya itu paling tidak perkembangannya bisa membantu. Kehadiran usaha baru tentu akan menambah aktivitas perdagangan di Tarakan,” ujarnya.

Menurut Sugeng, Tarakan masih menjadi tujuan utama investor. Karena memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Utara.

Berbagai kebutuhan masyarakat dari Bulungan, Malinau, Tana Tidung, hingga Nunukan masih banyak dipenuhi melalui pusat-pusat perdagangan di Tarakan.

“Kalau Kota Tarakan ini kan kota pusat perdagangan. Yang belum ada di Bulungan, Malinau, Tana Tidung maupun Nunukan biasanya ada di Tarakan. Masyarakat dari kabupaten-kabupaten itu datang ke sini untuk berbelanja karena di sini lebih lengkap,” jelasnya.

Selain menjadi pusat distribusi barang, jumlah penduduk Tarakan yang terbesar di Kalimantan Utara juga menjadi pertimbangan investor dalam mengembangkan usaha.

Pasar yang tidak hanya berasal dari warga Tarakan. Tetapi juga dari kabupaten sekitar, dinilai memberikan prospek yang menjanjikan bagi sektor perdagangan.

“Tarakan ini cukup lengkap. Jadi masyarakat dari kabupaten-kabupaten lain datang ke sini karena barang atau usaha yang belum ada di daerah mereka biasanya ada di Tarakan,” ungkapnya.

Sugeng menambahkan, kesiapan infrastruktur menjadi faktor lain yang mendukung masuknya investasi baru. Keberadaan Bandara Juwata, pelabuhan, hotel, pusat pertokoan, hingga kawasan kuliner dinilai mampu menunjang aktivitas bisnis dan distribusi barang.

“Kalau untuk berinvestasi, sarana prasarananya sudah cukup. Ada bandara, pelabuhan, hotel-hotel, pertokoan, kemudian jenis kafe dan fasilitas lainnya sudah memenuhi. Sehingga pelaku usaha dari luar sangat tertarik untuk menanamkan modal dan berinvestasi di Kota Tarakan,” tutur Sugeng.

Di sisi lain, berkembangnya jaringan ritel modern disebut tetap berjalan berdampingan dengan pelaku usaha lokal. Hingga kini DPMPTSP belum menerima laporan adanya keberatan dari masyarakat maupun pelaku usaha terkait bertambahnya jaringan ritel modern di Tarakan.

“Dari masyarakat tidak ada protes. Aman saja. Ya bersaing lah istilahnya. Kompetitif juga. Yang penting usaha-usaha itu berkembang dan persaingannya berjalan dengan baik,” ucapnya.

Pemerintah Kota Tarakan, lanjut Sugeng, tetap membuka peluang bagi investor yang ingin menanamkan modal. Selama memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan perizinan.

Selain memperkuat sektor perdagangan, investasi baru juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

“Tarakan ini cukup lengkap. Itu yang membuat pelaku usaha dari luar masih tertarik datang dan membuka usaha di sini,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
DPMPTSP Tarakan hypermart