Diduga Cekcok Upah Kerja, Mandor Proyek Sekolah Rakyat Menderita Dua Luka Tusuk

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:00 WIB

PENANGANAN MEDIS: Korban didampingi polisi saat berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan penanganan medis, Rabu (22/7). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

PENANGANAN MEDIS: Korban didampingi polisi saat berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan penanganan medis, Rabu (22/7). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA -  Suasana pagi di mes pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Pangeran Aji Iskandar, RT 19, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, yang semula diwarnai aktivitas sarapan bersama mendadak berubah mencekam. 

Seorang mandor bangunan berinisial MT (36) mengalami luka tusuk setelah diserang salah seorang pekerjanya sendiri, berinisial AS (45), pada Rabu (22/7) sekitar pukul 06.20 Wita.

Peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan yang bermula dari pembicaraan mengenai aktivitas pekerjaan hari itu. Tidak lama setelah cekcok terjadi, pelaku diduga mengambil pisau dapur yang berada di mes dan menikam korban sebanyak dua kali sebelum melarikan diri.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, saat kejadian sejumlah pekerja sedang duduk di teras mes sambil sarapan dan menunggu arahan dari mandor.

Menurut keterangan korban, beberapa pekerja menanyakan apakah pekerjaan tetap dilaksanakan pada hari itu. Pertanyaan tersebut dijawab oleh mandor bahwa pekerjaan tidak dilakukan karena para pekerja dinilai hanya datang untuk duduk-duduk.

“Diduga tersinggung dari jawaban tersebut, sehingga terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku. Keduanya sempat akan terlibat perkelahian, tetapi berhasil dilerai oleh rekan-rekan pekerja lainnya,” ujar Ghazy, Kamis (23/7).

Setelah situasi sempat mereda, korban berjalan menuju teras depan tempat pekerja lain berkumpul. Di lokasi itu, korban kembali menyampaikan kepada rekan-rekannya mengenai ucapan mandor yang menyebut para pekerja hanya datang untuk duduk-duduk.

Tak lama kemudian, pelaku menghampiri korban dari arah belakang. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung melakukan penusukan menggunakan sebilah pisau dapur.

“Korban mengalami dua luka tusuk, yakni di bagian punggung dan paha. Pisau yang digunakan diduga merupakan pisau dapur yang berada di mes pekerja,” jelasnya.

Usai melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang mes. Sebelum meninggalkan lokasi, pelaku diduga membuang pisau yang digunakan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini polisi masih melakukan pencarian barang bukti tersebut. 

Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani visum. Sekitar pukul 09.45 Wita, polisi menerima laporan terkait kejadian tersebut. 

Personel Polsek Tarakan Utara bersama Unit Reskrim dan Unit Intel kemudian mendatangi lokasi serta melakukan olah TKP sebelum menyebar untuk mencari keberadaan pelaku.

“Pukul 10.00 Wita anggota kami menyebar ke beberapa lokasi, termasuk wilayah Juwata, untuk mencari informasi mengenai keberadaan pelaku,” katanya.

Pencarian membuahkan hasil pada pukul 16.00 Wita. Pelaku ditemukan sedang berjalan kaki di wilayah Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Kemudian diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Polsek Tarakan Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan awal diketahui korban dan pelaku sama-sama berasal dari Makassar dan didatangkan ke Tarakan untuk bekerja dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat,” ungkap Ghazy.

Menurut pengakuan pelaku kepada penyidik, dirinya melarikan diri setelah kejadian. Karena takut persoalan yang terjadi akan semakin membesar. Setelah dilakukan pendekatan oleh petugas, pelaku akhirnya bersikap kooperatif saat diamankan.

Sementara itu, kondisi korban dipastikan dalam keadaan stabil. Luka tusuk yang dialami memiliki kedalaman sekitar tiga sentimeter dan telah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter RS Bhayangkara.

“Korban sudah dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengaku hanya merasakan nyeri dan ngilu pada bagian luka. Dokter juga sudah memberikan penanganan dan obat-obatan,” terang Ghazy.

Polisi juga memastikan, berdasarkan keterangan sementara dari kedua belah pihak, tidak ditemukan adanya persoalan pribadi atau dendam lama sebelum kejadian.

Namun penyidik memperoleh informasi adanya persoalan terkait upah pekerja yang belum dibayarkan. Yang masih didalami apakah memiliki kaitan dengan insiden tersebut.

Saat ini penyidik masih mendalami motif penusukan tersebut. Polisi juga belum menetapkan status tersangka. Karena proses penyelidikan dan olah TKP masih berlangsung.

“Penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk melengkapi alat bukti dan mencari pisau yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penusukan,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
Polsek Tarakan Utara penikaman