HARIAN RAKYAT KALTARA — Luas wilayah serta letak Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan langsung dengan Malaysia, masih menjadi tantangan besar dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.
Selain memiliki wilayah perbatasan darat, Kaltara juga memiliki garis pantai sekitar ribuan kilometer yang dinilai menjadi jalur potensial masuknya narkoba ke Indonesia.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjen Pol Abdul Hasyim, mengatakan kondisi geografis tersebut membuat pengawasan tidak dapat dilakukan oleh BNN semata.
Diperlukan sinergi lintas instansi untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur perbatasan dan laut.
“Kaltara memiliki wilayah yang sangat luas dengan garis pantai sekitar tiga ribuan kilometer. Ini menjadi tantangan dalam pengawasan, karena banyak jalur yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika,” ujarnya, Kamis (23/7).
Pengawasan dilakukan di berbagai pintu masuk, mulai dari bandara, Pelabuhan Internasional Tunon Taka di Nunukan, hingga pelabuhan-pelabuhan rakyat yang tersebar di kawasan pesisir.
Untuk mengoptimalkan pengawasan, BNNP Kaltara terus memperkuat koordinasi dengan Polda Kaltara, TNI, Kejaksaan Tinggi, Bea Cukai, pemerintah daerah, serta pengelola pelabuhan dan bandara.
“Sinergi tersebut dinilai menjadi strategi utama mengingat karakteristik Kaltara. Sebagai provinsi perbatasan dengan mobilitas lintas negara yang cukup tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, BNNP Kaltara juga masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, hanya terdapat dua Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kaltara, yakni BNNK Tarakan dan BNNK Nunukan. Dengan jumlah personel yang dinilai belum sebanding dengan luas wilayah yang harus diawasi.
“Kondisi ini tentu tidak sebanding dengan luas wilayah yang harus diawasi. Karena itu kami mengedepankan kolaborasi dengan berbagai instansi,” katanya.
Ia menegaskan pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Selain kerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi pemerintah. Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penindakan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan, apabila menemukan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu aparat mengungkap jaringan yang memanfaatkan jalur resmi maupun jalur tidak resmi di wilayah perbatasan.
“Tujuan kami menekan angka peredaran narkoba. Kalau bisa nol tentu menjadi harapan kita bersama,” tegasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi