HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk mendukung pengembangan kawasan industri, memperkuat konektivitas, hingga membuka akses ke wilayah perbatasan dan daerah tertinggal.
Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Seiring dimulainya berbagai proyek strategis yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di provinsi termuda di Indonesia tersebut.
Menurutnya, keberadaan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning—Mangkupadi membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, agar dapat berkembang secara optimal.
Hal itu juga harus ditopang oleh sektor jasa konstruksi yang profesional, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi.
“Pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia membutuhkan dukungan sektor jasa konstruksi yang kuat, profesional, dan berdaya saing,” ujar Ingkong Ala, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, kebutuhan kawasan industri tidak hanya sebatas pembangunan fasilitas produksi. Infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, pelabuhan, jaringan utilitas, kawasan permukiman, hingga fasilitas pelayanan publik juga harus dibangun secara terintegrasi.
Selain mendukung kawasan industri, Pemprov Kaltara juga terus memprioritaskan pembangunan konektivitas menuju wilayah perbatasan, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Serta sentra-sentra produksi pertanian, perikanan, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
“Peningkatan akses infrastruktur menjadi salah satu langkah penting, untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Dengan konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat di kawasan perkotaan.
Tetapi juga menjangkau daerah-daerah perbatasan dan pelosok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.
“Pembangunan konektivitas menuju wilayah perbatasan, kawasan 3T, sentra produksi, pertanian, perikanan, dan pusat pertumbuhan ekonomi tetap menjadi prioritas. Agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata,” tuturnya.
Pemprov Kaltara optimistis pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan akan memperkuat daya saing daerah. Sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif. (fai/uno)
Editor : Nurismi