Hidupkan Ekonomi Desa, Disperindagkop Kaltara Kebut Penguatan Operasional 180 Koperasi Baru

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 07:46 WIB
PEMBANGUNAN: Salah satu KDMP yang dibangun berada di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. (FAISAL/HRK)
PEMBANGUNAN: Salah satu KDMP yang dibangun berada di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Program pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan perkembangan. 

Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 180 koperasi telah berdiri dan memiliki bangunan. Kaltara menargetkan bisa terbangun 440 KDMP. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltara Edy Suharto, mengatakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih secara kelembagaan terus mengalami kemajuan. 

Saat ini, fokus pemerintah bergeser dari pembentukan koperasi menuju penguatan operasional. Agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. 

“Bangunan koperasi yang sudah berdiri sekitar 180 unit. Tetapi yang sudah mulai beroperasi baru sekitar 10 persennya,” ujarnya, Minggu (19/7). 

Menurutnya, keberadaan bangunan dan legalitas koperasi merupakan tahap awal dari program tersebut. Tantangan berikutnya memastikan setiap koperasi memiliki kegiatan usaha yang berkelanjutan. Sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya. 

Ia menjelaskan, belum optimalnya operasional koperasi disebabkan masih terbatasnya modal usaha yang dimiliki pengurus.

Akibatnya, banyak koperasi belum dapat menyediakan stok barang maupun mengembangkan unit usaha sesuai potensi desa masing-masing. 

“Kendala utamanya masih pada modal usaha. Bangunan sudah ada, tetapi koperasi juga membutuhkan modal. Agar bisa membeli barang dan menjalankan usahanya,” katanya. 

Pemerintah Provinsi Kaltara, lanjut Edy, terus melakukan pendampingan terhadap koperasi yang telah terbentuk. Pendampingan tersebut meliputi penguatan kelembagaan.

Kemudian peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan manajemen usaha, hingga membuka akses terhadap sumber pembiayaan. 

“Selain itu, Disperindagkop juga mendorong koperasi menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Agar memiliki dukungan modal dan pasar. Langkah tersebut dinilai penting, agar koperasi tidak hanya berdiri secara administrative. Tetapi mampu tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang sehat dan mandiri,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih di setiap daerah berbeda-beda. Sejauh ini, Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan menjadi wilayah yang menunjukkan progres paling cepat, baik dari sisi pembentukan maupun operasional koperasi. 

Pemerintah optimistis jumlah koperasi yang beroperasi akan terus bertambah. Seiring meningkatnya kesiapan pengurus dan dukungan pemerintah.

Target utama program ini bukan sekadar membangun gedung koperasi, melainkan menghadirkan koperasi yang aktif menjalankan usaha dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 

“Kita ingin koperasi benar-benar hidup. Bukan hanya berdiri secara administrasi atau memiliki bangunan. Tetapi mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” harapnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
disperindagkop kaltara Koperasi Desa Merah Putih