HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat penurunan tajam jumlah penumpang angkutan laut yang datang ke Kaltara pada Mei 2026.
Dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah penumpang yang tiba melalui pelabuhan di provinsi ini merosot hingga 51,07 persen.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim mengatakan, pada Mei 2026 jumlah penumpang yang datang tercatat sebanyak 15.375 orang. Angka tersebut turun signifikan dibanding April 2026 yang mencapai 31.421 orang.
“Jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Mei 2026 sebanyak 15,38 ribu orang atau turun 51,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya, Jumat (17/7).
Meski terjadi penurunan secara bulanan, Mustaqim menjelaskan bahwa secara kumulatif periode Januari hingga Mei 2026. Jumlah penumpang yang datang justru mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Total penumpang datang selama lima bulan pertama tahun ini mencapai 102.230 orang, meningkat 20,24 persen dibanding Januari—Mei 2025 yang sebanyak 85.025 orang,” sebut dia.
Berbeda dengan arus kedatangan, jumlah penumpang yang berangkat melalui angkutan laut justru menunjukkan tren positif pada Mei 2026.
Sepanjang bulan tersebut, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 22.447 orang atau meningkat 3,92 persen dibanding April 2026 yang tercatat sebanyak 21.600 orang.
“Apabila dihitung secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang yang berangkat masih mengalami penurunan sebesar 3,70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.
Total penumpang berangkat selama lima bulan pertama tahun ini tercatat sebanyak 104.765 orang, lebih rendah dibanding Januari—Mei 2025 yang mencapai 108.794 orang.
Selain pergerakan penumpang, pihaknya juga mencatat aktivitas muat barang melalui pelabuhan di Kalimantan Utara mengalami penurunan pada Mei 2026.
Jumlah barang yang dimuat tercatat sebanyak 987.490 ton atau turun 14,97 persen dibanding April 2026 yang mencapai 1.161.398 ton.
Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, volume barang yang dimuat mencapai 5,51 juta ton atau turun 6,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, aktivitas bongkar barang justru mengalami peningkatan secara bulanan. Pada Mei 2026, volume barang yang dibongkar mencapai 361.656 ton atau naik 13,90 persen dibanding April 2026 yang sebesar 317.522 ton.
Meski demikian, secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, volume bongkar barang masih mengalami penurunan sebesar 3,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Dinamika angkutan laut tersebut menunjukkan aktivitas transportasi di Kalimantan Utara masih berfluktuasi. Mengikuti kondisi distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi