HARIAN RAKYAT KALTARA — Penerbangan Wings Air rute Tanjung Selor—Balikpapan dan sebaliknya kembali berhenti beroperasi.
Rendahnya jumlah penumpang menjadi penyebab utama maskapai menghentikan sementara layanan tersebut. Karena tingkat keterisian kursi belum mampu menutup biaya operasional penerbangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid, mengatakan penghentian operasional rute tersebut bukan kali pertama terjadi.
Pemerintah daerah sebelumnya telah dua kali mengupayakan agar penerbangan kembali beroperasi. Namun kondisi pasar masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Ini sudah dua kali kita upayakan agar penerbangan kembali beroperasi. Tetapi kenyataannya tingkat keterisian penumpang memang masih rendah,” ujarnya, Kamis (16/7).
Berdasarkan komunikasi dengan pihak Bandara Tanjung Harapan, tingkat okupansi penumpang masih berada di bawah batas minimal yang dibutuhkan maskapai untuk menjalankan penerbangan secara komersial.
Ia menjelaskan, maskapai setidaknya membutuhkan tingkat keterisian kursi sekitar 40 persen agar operasional penerbangan masih layak dijalankan. Namun, realisasi di lapangan belum mampu mencapai angka tersebut.
“Kalau keterisian penumpangnya mencapai sekitar 40 persen, itu masih bisa dikomunikasikan. Tetapi kenyataannya masih di bawah angka itu,” jelasnya.
Selain rendahnya jumlah penumpang, kenaikan biaya operasional juga menjadi faktor yang memberatkan maskapai. Menurut Idham, biaya bahan bakar pesawat menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam operasional penerbangan.
Ia mengungkapkan, sekitar 40 persen biaya operasional maskapai dialokasikan untuk kebutuhan avtur. Kondisi tersebut semakin berat setelah terjadi kenaikan harga bahan bakar dalam beberapa waktu terakhir.
“Biaya operasional mereka cukup besar dan sekitar 40 persennya habis untuk bahan bakar. Apalagi harga avtur sudah mengalami kenaikan, sehingga operasional menjadi semakin berat,” terangnya.
Meski demikian, penghentian penerbangan tersebut disebut hanya bersifat sementara. Pemprov Kaltara bersama pihak terkait akan terus berupaya membuka kembali rute tersebut. Apabila kondisi pasar mulai membaik dan jumlah penumpang meningkat.
“Kalau bisa dibilang ini penghentian sementara. Nanti akan kita upayakan lagi supaya penerbangan ini bisa kembali beroperasi,” imbuhnya.
Ia memastikan kebutuhan masyarakat terhadap rute Tanjung Selor—Balikpapan masih tetap ada. Karena itu, Dishub Kaltara akan terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencari solusi. Agar layanan penerbangan tersebut dapat kembali melayani masyarakat.
“Keberadaan rute penerbangan langsung sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas pemerintahan, serta konektivitas Kalimantan Utara dengan kota-kota besar di Indonesia. Pemerintah berharap kondisi pasar penerbangan dapat segera pulih. Sehingga rute Tanjung Selor—Balikpapan kembali dibuka kembali,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi