HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat persiapan implementasi Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), sebagai langkah strategis menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan karbon biru (blue carbon). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Sekaligus mengoptimalkan potensi ekosistem mangrove yang dimiliki Kaltara.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan pemerintah provinsi siap mendukung percepatan pelaksanaan program M4CR. Khususnya pada Sub-Komponen 1.4 yang berfokus pada rehabilitasi dan perlindungan kawasan mangrove.
Menurutnya, mangrove memiliki fungsi yang sangat strategis, tidak hanya sebagai benteng alami kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang laut.
Tetapi juga berperan sebagai penyerap emisi karbon yang efektif. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Kaltara dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim.
“Program ini bukan hanya tentang menjaga kelestarian lingkungan. Tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan karbon biru,” ujarnya, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, pengembangan skema perdagangan karbon biru memberikan nilai tambah terhadap kawasan mangrove yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan konservasi.
Melalui mekanisme tersebut, ekosistem mangrove yang terjaga dapat menghasilkan manfaat ekonomi. Selanjutnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam upaya perlindungan dan pengelolaannya.
Karena itu, pemerintah daerah menilai konservasi mangrove harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat untuk menjaga kawasan mangrove secara berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk mempercepat implementasi program, Pemprov Kaltara memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan mangrove potensial.
Yakni Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan. Ketiga daerah tersebut diproyeksikan menjadi lokasi prioritas dalam pelaksanaan Proyek Karbon Biru M4CR.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar program dapat berjalan efektif. Mulai dari rehabilitasi kawasan mangrove, penguatan tata kelola, hingga pengembangan skema ekonomi berbasis karbon,” terangnya.
Pemprov Kaltara berharap implementasi Proyek Karbon Biru M4CR tidak hanya memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap ancaman perubahan iklim. Tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai salah satu kekayaan alam daerah.
“Di sisi lain, program tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi karbon biru yang berkelanjutan. Sehingga manfaat ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan secara seimbang,” tuturnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi