HARIAN RAKYAT KALTARA — Antusiasme masyarakat terhadap pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) kembali terlihat pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026.
Sebanyak 200 paket bahan pokok disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan, dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas.
Pasar murah yang dipusatkan di kawasan Tanjung Selor itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltara bekerjasama pihak perbankan sebagai sponsor.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara Edy Suharto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memeriahkan Hari Koperasi Nasional.
“Kami bekerjasama dengan sponsor dari pihak perbankan untuk mengadakan pasar murah. Ada sekitar 200 paket yang kami siapkan untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/7).
Paket yang dijual terdiri atas berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Seluruh komoditas dijual dengan harga pokok sehingga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Pasar murah sebenarnya menjadi salah satu program rutin Disperindagkop untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pelaksanaannya belum dapat dilakukan secara optimal,” kata dia.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun ini pemerintah hanya mampu menggelar operasi pasar murah sebanyak tiga kali. Padahal, jika dukungan anggaran mencukupi, kegiatan tersebut idealnya dapat dilaksanakan setiap bulan.
“Kalau anggaran memungkinkan, tentu kami ingin mengadakan pasar murah setiap bulan. Tetapi karena kemampuan APBD terbatas, tahun ini hanya bisa tiga kali,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya menjaga keberlangsungan program melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan.
Dukungan tersebut dinilai sangat membantu pemerintah menghadirkan program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Edy berharap dukungan anggaran terhadap program stabilisasi harga dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Dengan demikian, frekuensi pelaksanaan pasar murah bisa diperbanyak. Sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Menurut dia, pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Karena itu berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lebih sering. (fai/uno)
Editor : Nurismi