Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Genjot Ekspor Perikanan, Bandara Juwata Tarakan Optimalkan Rute Penerbangan Kargo Luar Negeri

Nurismi • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:40 WIB
ILUSTRASI: Minat maskapai untuk membuka rute penumpang internasional di Bandara Juwata Tarakan sudah mulai ada. (HRK)
ILUSTRASI: Minat maskapai untuk membuka rute penumpang internasional di Bandara Juwata Tarakan sudah mulai ada. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Status Bandara Juwata Tarakan sebagai bandara internasional mulai dimanfaatkan untuk penerbangan kargo luar negeri. Meski layanan penumpang internasional hingga kini belum beroperasi. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid, mengatakan minat maskapai untuk membuka rute penumpang internasional sebenarnya sudah mulai ada.

Beberapa maskapai seperti AirAsia dan Lion Air disebut telah melakukan penjajakan. Namun operasional penerbangan penumpang belum berjalan. 

“Untuk penumpang sampai saat ini memang belum dimulai. Tetapi minat dari maskapai sudah ada, termasuk AirAsia dan Lion Air,” kata dia, Selasa (14/7). 

Meski demikian, penerbangan internasional dari Tarakan tetap berlangsung melalui layanan kargo yang dioperasikan My Indo Airways.

Pemerintah daerah memanfaatkan penerbangan tersebut untuk mendukung ekspor produk kelautan dan perikanan asal Kaltara. 

“Yang berjalan sekarang penerbangan internasional kargo oleh My Indo Airways. Ini kami maksimalkan untuk pengangkutan produk kelautan dan perikanan,” ujarnya. 

Pesawat kargo tersebut memiliki kapasitas angkut sekitar 20 ton dan menjadi salah satu jalur ekspor baru bagi komoditas hasil laut dari Tarakan.

Posisi geografis Tarakan dimanfaatkan sebagai titik transit pengiriman dari Filipina menuju pasar Tiongkok dan Hong Kong. 

Pesawat dari Filipina tidak dapat langsung menuju Tiongkok, sehingga harus transit terlebih dahulu di Indonesia. Tarakan dipilih karena menjadi lokasi transit internasional terdekat yang strategis di wilayah perbatasan. 

“Itu yang kami manfaatkan. Sudah ada dua kali pengiriman ekspor ke Tiongkok dan Hong Kong melalui Tarakan,” jelasnya. 

Dishub Kaltara menilai keberadaan rute kargo internasional tersebut menjadi langkah awal penting untuk menghidupkan kembali aktivitas penerbangan internasional di Tarakan, sekaligus memperluas akses ekspor daerah. 

Selain penguatan layanan kargo, pemerintah daerah juga terus mendorong pembukaan rute penumpang internasional melalui forum kerja sama sosial ekonomi Malaysia—Indonesia (Sosek Malindo). Usulan tersebut telah dimasukkan dalam agenda pembahasan bersama pihak Sabah, Malaysia. 

“Rute yang kami tawarkan Tarakan—Kota Kinabalu dan Tarakan—Tawau. Itu sudah kami masukkan dalam agenda pembahasan Sosek Malindo,” ungkapnya. 

Menurutnya, pembukaan rute langsung ke Kota Kinabalu dan Tawau diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan perbatasan, mendukung pariwisata. Serta mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha antara Kalimantan Utara dan Sabah. 

“Kami optimistis pemanfaatan Bandara Juwata sebagai hub kargo internasional dapat menjadi pijakan awal. Sebelum layanan penumpang internasional kembali dibuka secara penuh,” tuturnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
ekspor Bandara Juwata Tarakan