Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Konektivitas Wilayah 3T Kritis, Pemprov Kaltara Desak Perluasan Jangkauan Kapal Perintis

Nurismi • Jumat, 10 Juli 2026 | 11:16 WIB
MODA TRANSPORTASI: Pemerintah daerah secara konsisten mengajukan tambahan trayek kapal perintis setiap tahun. (SEPTIAN/HRK)
MODA TRANSPORTASI: Pemerintah daerah secara konsisten mengajukan tambahan trayek kapal perintis setiap tahun. (SEPTIAN/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong peningkatan layanan transportasi laut bersubsidi, guna memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengusulkan penambahan kuota dan trayek kapal perintis kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Usulan tersebut dinilai penting mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi laut, baik untuk mobilitas penumpang maupun distribusi barang. 

Bahkan, sejumlah trayek Tol Laut yang melayani Kalimantan Utara saat ini mencatat tingkat keterisian (load factor) hingga hampir 100 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid, mengatakan pemerintah daerah secara konsisten mengajukan tambahan trayek kapal perintis setiap tahun. Agar jangkauan pelayanan semakin luas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan. 

“Keberadaan angkutan laut perintis memiliki peran penting dalam membuka keterisolasian wilayah. Menjamin ketersediaan layanan transportasi laut, serta mendukung pemerataan pembangunan,” ujarnya, Kamis (9/7). 

Saat ini, layanan Tol Laut di Kalimantan Utara dilayani melalui tiga trayek utama. Trayek T-4 dengan rute Surabaya—Nunukan—Surabaya bahkan telah mencapai tingkat keterisian 100 persen.

Sementara trayek T-3 rute Surabaya—Tarakan—Surabaya mencatat load factor 98 persen. Sedangkan trayek T-5 rute Makassar—Nunukan—Tarakan—Makassar mencapai 95 persen. 

Selain Tol Laut, layanan angkutan laut perintis penumpang juga menjadi tulang punggung konektivitas antarpulau. 

“Kapal perintis melayani rute Tarakan—Tolitoli—Leok—Kwandang dan sebaliknya, serta lintasan Kwandang—Leok—Tolitoli—Tarakan—Sebatik—Nunukan yang menghubungkan wilayah Kalimantan dengan Sulawesi,” sebut dia. 

Di sisi lain, layanan Roda Transport melayani rute Tarakan—Ancam—Tarakan. Sedangkan angkutan penyeberangan perintis beroperasi pada lintasan Nunukan—Tarakan—Nunukan dan Nunukan—Seimaja. 

Menurutnya, keberadaan kapal perintis tidak hanya menjamin tersedianya akses transportasi bagi masyarakat. Tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah yang sulit dijangkau. 

“Selain membuka akses transportasi, angkutan perintis juga berperan menekan disparitas harga barang dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya. 

Untuk merealisasikan penambahan trayek, Pemprov Kaltara terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), serta operator kapal. 

Tak hanya itu, Dishub Kaltara juga telah menyusun usulan trayek kapal perintis untuk tahun 2027. Pemerintah daerah turut menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, agar pemanfaatan kapal perintis semakin optimal. 

Selain memperluas akses transportasi, Dishub Kaltara secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja angkutan perintis. Sinergi juga dibangun bersama sejumlah organisasi perangkat daerah.

Seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, serta Dinas Peternakan, untuk memastikan kapal perintis tidak hanya mengangkut penumpang. Tetapi juga mendukung distribusi barang kebutuhan pokok dan hasil produksi daerah. 

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara berharap layanan kapal perintis semakin mampu memperkuat konektivitas wilayah, mengurangi kesenjangan pembangunan. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan dan wilayah 3T. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#trayek kapal #kapal perintis #pemprov kaltara