HARIAN RAKYAT KALTARA — Sebuah rumah kosong di RT 3, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Barat, rusak berat setelah tertimpa pohon mangga berukuran besar yang tumbang pada Selasa (7/7) sekitar pukul 08.20 Wita.
Selain menghancurkan bangunan, pohon tersebut juga menimpa jaringan listrik sehingga mengganggu pasokan listrik di sekitar lokasi. Proses penanganan sempat tertunda karena hujan deras yang turun sesaat setelah kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rumah milik Juwariah diketahui telah lama tidak dihuni sejak dibeli lebih dari lima tahun lalu. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi.
Ketua RT 3 Karang Balik Endro Yunianto, mengatakan bangunan mengalami kerusakan yang sangat parah akibat tertimpa batang pohon mangga yang sudah berusia tua.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena rumah ini memang sudah lama tidak berpenghuni. Kalau saya lihat, kerusakan bangunannya sudah hampir 100 persen,” ujarnya.
Setelah menerima laporan dari warga, pihak RT segera berkoordinasi dengan pemilik rumah, pemerintah kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, serta PLN agar penanganan dapat segera dilakukan.
Menurut Endro, pemilik rumah langsung dihubungi untuk diberi informasi mengenai kejadian tersebut. Saat komunikasi dilakukan, pemilik masih dalam perjalanan menuju lokasi.
“Pemilik rumah sudah saya hubungi. Keluarganya juga sudah saya beri tahu. Waktu kami komunikasi, beliau masih dalam perjalanan,” katanya.
Di sisi lain, koordinasi dengan instansi terkait juga langsung dilakukan mengingat pohon tumbang tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menimpa jaringan listrik.
“Begitu mendapat laporan, saya langsung menghubungi pihak kelurahan, kemudian BPBD, dan PLN. Semua instansi terkait sebenarnya sudah kami informasikan,” ucapnya.
Petugas PLN sempat mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, kondisi cuaca yang masih diguyur hujan membuat pekerjaan belum dapat dilakukan demi menjaga keselamatan petugas sesuai standar operasional keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“PLN sebenarnya sudah datang ke lokasi. Namun karena hujan deras, mereka belum bisa bekerja sesuai SOP K3. Kami sudah menghubungi kembali, agar penanganan bisa segera dilakukan setelah cuaca memungkinkan,” jelas Endro.
Hingga proses evakuasi dilakukan, nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam pendataan. Fokus utama petugas saat itu adalah mengamankan jaringan listrik dan membersihkan batang pohon agar tidak membahayakan warga sekitar.
Endro menjelaskan, pohon mangga yang tumbang merupakan pohon tua dengan batang yang sudah condong. Sebelum kejadian, keluarga pemilik rumah sebenarnya telah memangkas beberapa dahan sebagai langkah antisipasi agar beban pohon berkurang.
“Kalau saya lihat pohonnya memang sudah tua dan posisinya agak condong. Dahan-dahan di bagian atas juga sudah pernah dipotong. Tapi namanya musibah, kita tidak pernah tahu kapan terjadinya,” tuturnya.
Ia menambahkan, wilayah RT 3 Karang Balik berada di kawasan perbukitan yang berbatasan dengan Kelurahan Sebengkok.
Kondisi geografis tersebut membuat banyak warga menanam pohon untuk membantu menjaga kestabilan tanah sekaligus mengurangi potensi longsor.
Meski demikian, menurutnya pohon-pohon yang telah berusia tua juga perlu mendapat perhatian. Agar tidak berubah menjadi ancaman bagi keselamatan warga maupun bangunan di sekitarnya.
“Daerah kami ini memang kawasan perbukitan yang rawan longsor. Karena itu banyak warga menanam pohon, tetapi kalau pohonnya sudah besar tentu perlu mendapat perhatian agar tidak membahayakan,” tegasnya.
Endro mengungkapkan, kejadian pohon tumbang bukan kali pertama terjadi di wilayahnya. Sebelumnya telah terjadi dua peristiwa serupa, namun pohon yang tumbang berukuran lebih kecil. Sehingga masih dapat dievakuasi melalui gotong royong warga.
“Kejadian seperti ini sebenarnya sudah pernah terjadi di wilayah kami. Bedanya, dulu pohonnya tidak terlalu besar sehingga masih bisa kami tangani bersama warga. Harapan kami ada perhatian untuk pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua agar risikonya bisa dikurangi,” pesannya.
Sementara di Kabupaten Bulungan, bangunan Pasar Dayak yang berada di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor roboh akibat diterjang angin kencang disertai hujan lebat.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun pedagang yang mengalami kerugian akibat tertimpa bangunan.
Kepala UPTD Pasar Induk Tanjung Selor Gazali, mengatakan peristiwa tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan pasar pada Selasa (7/7) dininari pukul 00.05 hingga 01.00 Wita.
“Kalau penyebab pastinya nanti setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut baru bisa dipastikan. Namun, kejadian ini terjadi saat angin bertiup cukup kencang disertai hujan lebat,” ujarnya.
Ia mengaku menerima laporan dari petugas keamanan pasar sekitar pukul 02.30 Wita mengenai ambruknya bangunan Pasar Dayak. Berdasarkan informasi sementara, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Sementara ini tidak ada korban. Untuk kerugian pedagang juga tidak ada, karena tidak ada barang dagangan yang tertimpa runtuhan bangunan,” katanya.
Para pedagang yang biasa berjualan di lokasi tersebut untuk sementara waktu tidak dapat beraktivitas hingga proses pembersihan selesai dilakukan.
Menurutnya, pihaknya bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM segera melakukan pembongkaran sisa bangunan yang roboh. Agar tidak mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung pasar.
“Pembongkaran mulai dilakukan sekitar pukul 08.00 Wita dan hampir selesai dalam waktu sekitar dua jam. Pembersihan dilakukan oleh petugas kebersihan, petugas Kamtib, dan Satpol PP,” jelasnya.
Ia berharap aktivitas jual beli di kawasan pasar dapat kembali normal setelah area tersebut dibersihkan. Sementara itu, proses pembangunan kembali bangunan yang roboh masih menunggu laporan resmi kepada pemerintah daerah.
“Karena ini disebabkan oleh bencana, kami berharap proses pembangunan kembali dapat diprioritaskan dan dilakukan secepatnya,” ujarnya.
Gazali menambahkan, kondisi bangunan pasar secara umum masih tergolong layak. Namun, terpaan angin yang sangat kencang menyebabkan bagian atap tidak mampu menahan beban hingga akhirnya roboh.
Kepada para pedagang yang terdampak, ia meminta agar bersabar menunggu proses penanganan selesai.
“Mereka sudah dapat kembali berjualan paling lambat keesokan harinya, meskipun bangunan permanen belum dapat langsung diperbaiki,” ungkapnya.
Untuk sementara, pemerintah juga telah menyiapkan lokasi alternatif di area parkir belakang pasar. Apabila proses pembangunan kembali membutuhkan waktu.
“Pedagang yang berjualan di lokasi ini merupakan pedagang musiman. Jumlahnya sekitar sembilan orang. Jika diperlukan, mereka akan dipindahkan sementara ke area belakang. Agar tetap bisa berjualan tanpa mengganggu aktivitas di pasar,” tutupnya. (sas/fai/uno)
Editor : Nurismi