HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 berada di angka 116,44, atau mengalami penurunan 1,23 persen dibandingkan Mei 2026.
Penurunan ini menunjukkan daya tukar hasil produksi petani terhadap barang dan jasa yang dibeli mengalami pelemahan.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim, menjelaskan bahwa penurunan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 0,19 persen. Sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru meningkat 1,05 persen.
“Penurunan NTP disebabkan harga yang diterima petani turun. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan petani untuk konsumsi maupun usaha pertanian meningkat,” ujarnya, Senin (6/7).
Meski mengalami penurunan, secara umum NTP Kaltara masih berada di atas angka 100. Kondisi tersebut menandakan bahwa pendapatan petani dari hasil produksinya masih lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan.
Berdasarkan subsektor, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) menjadi yang tertinggi dengan angka 196,07. Capaian ini menunjukkan subsektor perkebunan rakyat masih memberikan daya tukar yang sangat baik bagi petani.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada Juni 2026 sebesar 120,32, turun 2,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan NTUP mengindikasikan keuntungan usaha rumah tangga pertanian mengalami penyusutan akibat meningkatnya biaya produksi.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalimantan Utara pada Juni 2026 mengalami kenaikan 0,45 persen.
“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,78 persen, yang menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan konsumsi,” kata dia.
Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian karena kenaikan biaya konsumsi rumah tangga dan biaya usaha pertanian dapat memengaruhi kesejahteraan petani. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan harga hasil produksi.
“Perkembangan harga komoditas pertanian ke depan akan sangat menentukan pergerakan NTP dan tingkat kesejahteraan petani di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi