Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Masuk Karisma Event Nusantara, Wisata Budaya Tarakan Berpeluang Gaet Turis Mancanegara

Nurismi • Rabu, 8 Juli 2026 | 06:50 WIB
FESTIVAL BUDAYA: Warga Tarakan memeriahkan pawai budaya dalam rangkaian Festival Iraw Tengkayu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
FESTIVAL BUDAYA: Warga Tarakan memeriahkan pawai budaya dalam rangkaian Festival Iraw Tengkayu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Festival Iraw Tengkayu (FIT) kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. 

Terpilihnya festival budaya khas Kota Tarakan itu untuk kelima kalinya membuka peluang promosi yang lebih luas melalui jaringan pemasaran Kementerian Pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Masuknya FIT dalam KEN menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap keberlanjutan penyelenggaraan festival.

Sekaligus nilai budaya yang masih terjaga di tengah masyarakat pesisir Tarakan. Program KEN sendiri merupakan kurasi tahunan Kementerian Pariwisata terhadap berbagai agenda budaya dan pariwisata unggulan dari seluruh Indonesia.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Raden Wisnu Sindhutrisno, mengatakan Festival Iraw Tengkayu kembali terpilih setelah melalui proses seleksi yang melibatkan ratusan event dari berbagai daerah.

“Kami melakukan kurasi dari ratusan event hingga terpilih 125 event. Festival Iraw Tengkayu kembali masuk untuk yang kelima kalinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses kurasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, media, hingga para ahli.

Keterlibatan banyak pihak tersebut dimaksudkan agar hasil penilaian berlangsung objektif sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Penilaiannya tidak hanya melibatkan unsur pariwisata. Ada akademisi, komunitas, pelaku bisnis, media, dan para ahli sehingga hasilnya objektif dan spesifik,” katanya.

Menurut Wisnu, setiap event dinilai berdasarkan sejumlah indikator penting. Tidak hanya melihat kemeriahan penyelenggaraan, tetapi juga mempertimbangkan aspek autentisitas budaya, tingkat keterlibatan masyarakat, nilai estetika, hingga filosofi yang terkandung dalam setiap rangkaian kegiatan.

“Yang kami nilai autentisitasnya, keterlibatan masyarakatnya, budayanya, nilai estetikanya, sampai filosofinya,” jelasnya.

Ia menilai Festival Iraw Tengkayu memiliki kekuatan pada tradisi masyarakat pesisir yang masih dipertahankan secara turun-temurun.

Prosesi adat yang menjadi bagian utama festival dinilai mencerminkan hubungan masyarakat dengan laut sekaligus menjadi wujud rasa syukur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Tradisi ini menggambarkan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut dan mengungkapkan rasa syukur melalui prosesi adat. Nilai seperti inilah yang menjadi kekuatan Festival Iraw Tengkayu,” tuturnya.

Dengan kembali tercantum dalam Karisma Event Nusantara 2026, Kementerian Pariwisata akan memasukkan Festival Iraw Tengkayu dalam berbagai strategi promosi yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan sektor pariwisata. Promosi tersebut menyasar wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Wisnu mengatakan, jejaring promosi yang dimiliki kementerian akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan Festival Iraw Tengkayu ke pasar internasional. Sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Tarakan pada setiap penyelenggaraan festival.

“Kami akan terus mendorong promosi Festival Iraw Tengkayu kepada para pemangku kepentingan di luar negeri. Agar semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Tarakan. Di saat yang sama, kami juga mendorong pergerakan wisatawan nusantara untuk berkunjung pada setiap penyelenggaraan festival ini,” ungkapnya.

Selain promosi, peningkatan kualitas penyelenggaraan juga menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Wisnu berharap Festival Iraw Tengkayu terus berkembang, baik dari sisi penyajian atraksi budaya maupun dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan festival budaya tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian tradisi. Tetapi juga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi melalui sektor pariwisata, usaha mikro, ekonomi kreatif, hingga jasa pendukung lainnya.

“Ke depan kami berharap kualitasnya semakin meningkat. Festival ini tidak hanya menjadi event budaya, tetapi juga mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tuturnya. 

Sementara itu, Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara H Sanusi hadir menyaksikan langsung prosesi yang menjadi puncak Festival Iraw Tengkayu XV di Pantai Amal Lama, Minggu (5/7).

Menurut Sanusi, pelarungan Padaw Tuju Dulung bukan sekadar seremoni budaya. Tetapi menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang telah memberikan kehidupan dari generasi ke generasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat Suku Tidung yang tetap menjaga tradisi ini hingga kini.

“Iraw Tengkayu telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dalam kategori ritus budaya. Sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” kata Sanusi.

Sanusi menilai generasi muda memiliki peran penting agar tradisi tersebut tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Dengan memanfaatkan teknologi, seni dan media digital, budaya lokal dapat dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.

“Generasi muda dapat menghadirkan Iraw Tengkayu dalam berbagai karya kreatif sehingga tradisi ini tetap hidup dan terus dikenal,” ujarnya.

Ia optimistis, jika dikelola secara profesional, Festival Iraw Tengkayu tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tidung.

Tetapi juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat citra Kaltara.

Saat Padaw Tuju Dulung akhirnya menghilang di balik ombak, yang tersisa bukan hanya jejak sebuah perahu di lautan.

Lebih dari itu, tersimpan harapan agar semangat persatuan, gotong royong, rasa syukur dan penghormatan kepada warisan leluhur terus berlayar bersama generasi penerus di Bumi Benuanta. (sas/uno) 

Editor : Nurismi
#KEN #Iraw Tengkayu