Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sasar 160 Ribu Warga, Pabrik AMDK Kayanku Mampu Produksi 57.600 Botol Sehari

Nurismi • Rabu, 8 Juli 2026 | 06:30 WIB
PRODUK AIR MINUM: Bupati Bulungan Syarwani meninjau pengolahan produksi massal Air Minum Dalam Kemasan bermerek Kayanku. (PEMKAB BULUNGAN)
PRODUK AIR MINUM: Bupati Bulungan Syarwani meninjau pengolahan produksi massal Air Minum Dalam Kemasan bermerek Kayanku. (PEMKAB BULUNGAN)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi memulai babak baru dalam pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dengan diluncurkannya produksi massal Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek Kayanku. 

Produk yang diproduksi oleh Perumda Air Minum Danum Benuanta tersebut diresmikan langsung Bupati Bulungan Syarwani, Senin (6/7).

AMDK Kayanku pun resmi dipasarkan kepada masyarakat. Sementara proses distribusi dan pemasaran dipercayakan kepada PT Bulungan Persada Mandiri (Perseroda) sebagai distributor tunggal.

Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Bulungan memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui sinergi antar-BUMD. Sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Syarwani menegaskan bahwa potensi pasar AMDK Kayanku sangat besar. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bulungan yang telah mencapai lebih dari 160 ribu jiwa.

Produk lokal tersebut memiliki peluang berkembang apabila mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan paparan Direktur Perumda Air Minum Danum Benuanta, kapasitas produksi awal pabrik mencapai 2.400 botol per jam.

Mengacu pada kapasitas tersebut, dalam sehari pabrik mampu menghasilkan sekitar 57.600 botol apabila beroperasi selama 24 jam. 

“Artinya, untuk memenuhi kebutuhan sekitar 160.000 warga Bulungan dengan asumsi setiap orang mengonsumsi satu botol per hari. Dibutuhkan waktu sekitar 67 jam produksi atau hampir tiga hari dengan kapasitas saat ini,” tuturnya.

Data tersebut, menurut Bupati, menunjukkan besarnya ruang pengembangan industri AMDK lokal ke depan.

“Pasarnya sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita semua bersama-sama mendukung agar produk daerah ini benar-benar menjadi pilihan masyarakat Bulungan,” ujarnya. 

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bulungan untuk mulai menggunakan AMDK Kayanku dalam setiap kegiatan pemerintahan.

Instruksi tersebut mulai berlaku sejak Juli 2026. Ia bahkan menegaskan anggaran konsumsi rapat maupun kegiatan pemerintah tidak lagi diperkenankan membeli air minum kemasan merek lain.

“Mulai bulan Juli 2026, konsumsi belanja rutin di seluruh OPD untuk air minum dalam rapat maupun kegiatan sudah tidak ada botol lain selain AMDK Kayanku. Kalau ada merek lain, saya minta jangan dibayarkan,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menjadi contoh dalam mencintai dan menggunakan produk lokal sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. 

“InsyaAllah rata-rata harganya di bawah merek-merek terkenal yang selama ini beredar di Kabupaten Bulungan,” katanya.

Strategi harga tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal tanpa mengabaikan standar mutu. 

Syarwani juga mengingatkan manajemen Perumda Air Minum Danum Benuanta agar kualitas produk terus dijaga secara konsisten.

Ia meminta dilakukan pemeriksaan kualitas secara berkala, minimal setiap tiga bulan. Sehingga masyarakat memperoleh jaminan keamanan produk.

Menurutnya, di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat, kualitas menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen.

“Kompetisi usaha pasti ada. Karena itu kualitas dan mutu harus benar-benar dijaga. Jangan sampai muncul opini negatif di media sosial akibat kualitas yang tidak terjaga,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan, Perumda Air Minum Danum Benuanta hanya berfokus pada proses produksi.

Sedangkan distribusi dan pemasaran sepenuhnya diserahkan kepada PT Bulungan Persada Mandiri (Perseroda) yang ditunjuk sebagai distributor tunggal.

Menurutnya, merupakan bagian dari pembagian tugas antar-BUMD agar masing-masing perusahaan daerah memiliki peran yang jelas.

“Perumda Danum Benuanta bertugas memproduksi. Untuk distribusi dan pemasaran kami tugaskan kepada Persada Bulungan Mandiri sebagai distributor tunggal,” jelasnya.

Ia juga memberikan tanggung jawab penuh kepada manajemen Perseroda untuk memperluas jaringan pemasaran agar AMDK Kayanku dapat hadir di berbagai toko, perkantoran, hingga kegiatan masyarakat. (uno2) 

Editor : Nurismi
#AMDK Kayanku #pemkab bulungan #produk lokal