Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Ikuti Arahan Kemenpar, Pemkot Tarakan Resmi Pisah Festival Budaya dan Iraw Tengkayu

Nurismi • Senin, 6 Juli 2026 | 09:45 WIB
SEBELUM PELARUNGAN: Penurunan Padaw Tuju Dulung di Pantai Rau Intan pada perayaan puncak Iraw Tengkayu, Minggu (5/7). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
SEBELUM PELARUNGAN: Penurunan Padaw Tuju Dulung di Pantai Rau Intan pada perayaan puncak Iraw Tengkayu, Minggu (5/7). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Kota Tarakan mulai mematok target baru bagi Festival Iraw Tengkayu setelah lima tahun berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). 

Tak lagi sekadar mempertahankan status sebagai salah satu dari 100 event unggulan nasional. Pemkot kini berupaya membawa festival budaya tersebut menembus jajaran 45 besar KEN, sebagai langkah menuju pengakuan yang lebih tinggi di tingkat nasional.

Target tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan Khairul yang menilai konsistensi penyelenggaraan Iraw Tengkayu selama lima tahun menjadi modal penting untuk meningkatkan posisi festival dalam penilaian Kementerian Pariwisata. 

Menurutnya, keberhasilan bertahan di KEN menunjukkan penyelenggaraan event budaya di Tarakan telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Ini adalah tahun kelima kita masuk di dalam Karisma Event Nusantara. Jadi 100 Karisma Event Nusantara ini menjadi agenda pariwisata nasional yang terdaftar di Kementerian Pariwisata,” ujarnya, Minggu (5/7).

Khairul mengatakan pemerintah daerah kini tidak ingin hanya mempertahankan capaian tersebut. Fokus berikutnya meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Agar mampu bersaing dengan berbagai festival budaya unggulan dari daerah lain.

“Kita sedang mengejar sebenarnya menaikkan peringkat kita dari 100 ke 45,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, peningkatan peringkat tidak hanya bergantung pada kemeriahan acara. Tetapi juga kualitas penyelenggaraan, dampak terhadap sektor pariwisata.

Serta kemampuan menghadirkan peserta maupun pengunjung dari luar daerah bahkan mancanegara.

Menurutnya, semakin luas jangkauan festival, semakin besar peluang Iraw Tengkayu memperoleh penilaian yang lebih baik dari Kementerian Pariwisata.

“Kalau lebih besar lagi dan bisa mengundang negara lain, mungkin kita bisa masuk nanti di delapan besar Karisma Event Nusantara,” ucapnya.

Khairul menambahkan, salah satu faktor utama yang dinilai dalam KEN adalah konsistensi pelaksanaan setiap tahun. Ia mencontohkan beberapa event budaya di daerah lain yang pernah masuk dalam KEN. Namun akhirnya tidak lagi tercantum karena penyelenggaraannya sempat terhenti.

“Dulu juga ada Gawai Dayak, tapi sekarang Gawai Dayak enggak masuk karena sempat terputus,” katanya.

Selain memperkuat Iraw Tengkayu, Pemerintah Kota Tarakan juga mulai menyiapkan strategi menghadirkan lebih banyak event budaya yang berpeluang masuk dalam Karisma Event Nusantara. Salah satunya melalui pemisahan Festival Budaya dari rangkaian Iraw Tengkayu.

Selama ini Festival Budaya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Iraw Tengkayu yang berlangsung selama beberapa hari, mulai dari festival budaya, karnaval hingga prosesi adat pelarungan Padaw.

Namun, berdasarkan arahan Kementerian Pariwisata, Festival Budaya diminta berdiri sebagai agenda tersendiri.

“Dulunya Festival Budaya itu dirangkai. Satu minggu Festival Budaya, habis itu karnaval, lalu pelarungan Padaw. Kemarin Kementerian Pariwisata meminta supaya Festival Budaya dengan Festival Iraw Tengkayu dipisah,” jelasnya.

Pemisahan tersebut dinilai membuka peluang bagi Festival Budaya untuk berkembang menjadi daya tarik wisata yang memiliki identitas sendiri.

Pemerintah Kota Tarakan pun tengah mengkaji waktu pelaksanaannya. Agar tidak berbenturan dengan agenda lain.

Khairul menyebut Agustus menjadi salah satu waktu yang dipertimbangkan. Karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia maupun menjelang Hari Jadi Kota Tarakan.

Dengan penjadwalan yang berbeda, pemerintah berharap kedua event dapat saling melengkapi dalam mendatangkan wisatawan dan memperkuat kalender pariwisata daerah.

“Mudah-mudahan nanti Festival Budaya bisa digelar pada Agustus, sekalian merayakan Hari Kemerdekaan atau mendekati hari ulang tahun kota. Mudah-mudahan nanti ada beberapa event lagi, seperti Festival Budaya, yang bisa kita masukkan ke KEN,” harapnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Festival Iraw Tengkayu #KEN #pemkot tarakan