Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Usut Indikasi Piagam Palsu Kejurnas, Perpani Kaltara Wanti-Wanti Publik Tak Gegabah

Nurismi • Jumat, 3 Juli 2026 | 11:15 WIB
SELEKSI: Atlet panahan asal Tarakan saat berlatih di ajang seleksi kota jelang Porprov belum lama ini. (HRK)
SELEKSI: Atlet panahan asal Tarakan saat berlatih di ajang seleksi kota jelang Porprov belum lama ini. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Penggunaan sertifikat prestasi cabang olahraga panahan dalam seleksi jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu sekolah di Tarakan kini menjadi objek penelusuran. 

Dokumen yang mengatasnamakan prestasi pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) itu masih diverifikasi oleh organisasi panahan, setelah ditemukan sejumlah hal yang perlu dipastikan kesesuaiannya dengan data resmi.

Penelusuran dilakukan berjenjang. Pengurus Kota (Pengkot) Perpani Tarakan melakukan verifikasi awal secara organisatoris.

Sementara Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Kalimantan Utara meminta klarifikasi kepada Pengurus Besar (PB) Perpani yang memiliki kewenangan menerbitkan sertifikat Kejurnas.

Sekretaris Pengprov Perpani Kaltara Ahzami, mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan menentukan keabsahan dokumen tersebut. Karena seluruh sertifikat Kejurnas diterbitkan oleh PB Perpani atau panitia penyelenggara.

“Kalau bicara Kejurnas, yang mengeluarkan itu Pengurus Besar atau panitia pelaksana. Jadi bukan kewenangan kami di provinsi. Kami juga tidak bisa langsung menyatakan itu asli atau tidak karena harus dibuktikan dan diklarifikasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Ahzami, surat permintaan penegasan telah dikirimkan kepada PB Perpani untuk memastikan. AAapakah sertifikat yang digunakan dalam proses SPMB benar-benar tercatat sebagai bagian dari pelaksanaan Kejurnas.

Di saat yang sama, Pengprov juga menelusuri identitas atlet yang namanya tercantum pada dokumen tersebut. Termasuk asal daerah, klub pembinaan, hingga riwayat keikutsertaan dalam kompetisi.

“Kami sudah menyurati PB untuk meminta penegasan. Kami juga masih koordinasi untuk memastikan atlet ini dari mana dan klubnya apa. Jadi kami tidak ingin gegabah mengambil kesimpulan,” katanya.

Penelusuran juga dilakukan terhadap mekanisme keberangkatan atlet. Ahzami menjelaskan seorang atlet dapat mengikuti kejuaraan menggunakan biaya pribadi. Namun proses administrasi tetap harus melalui rekomendasi organisasi.

“Kalau berangkat pribadi itu bisa saja, tetapi tetap ada rekomendasi dari Pengprov. Kami membantu proses pendaftaran sesuai mekanisme,” ujarnya.

Pengprov Perpani Kaltara masih menunggu jawaban resmi dari PB Perpani mengenai hasil klarifikasi sertifikat yang dipersoalkan.

Selama proses tersebut berlangsung, organisasi meminta seluruh pihak tidak menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta administratif diperoleh.

“Kita juga tidak bisa gegabah. Kalau memang nanti ada hasilnya tentu ada tindak lanjut, tapi sekarang lebih baik menunggu penjelasan resmi dulu,” ucap Ahzami.

Sementara itu, Ketua Perpani Tarakan, Rozi Djoko Arfiono, menegaskan hasil verifikasi awal yang dilakukan organisasinya bukanlah penetapan keaslian dokumen.

“Kami tidak dalam kapasitas menyatakan sertifikat itu asli atau palsu. Yang kami lakukan menyampaikan adanya indikasi berdasarkan verifikasi awal secara organisatoris,” katanya.

Menurut Rozi, penentuan keabsahan dokumen tetap berada pada pihak yang memiliki kewenangan menerbitkan sertifikat. Karena itu, organisasi memilih menunggu hasil klarifikasi dari tingkat pusat sebelum mengambil sikap lebih lanjut.

Rozi menambahkan, apabila calon peserta didik yang menggunakan dokumen tersebut memang merupakan atlet panahan, Perpani Tarakan tetap membuka ruang pembinaan.

Namun apabila dalam proses klarifikasi ditemukan ketidaksesuaian administrasi. Maka penyelesaiannya diharapkan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, agar tidak merugikan atlet lain.

Di luar proses organisasi, tim pelatih Master Archery Tarakan juga melakukan pencocokan terhadap data pertandingan.

Coach Hawasiah mengatakan penelusuran dilakukan dengan membandingkan kategori pertandingan, waktu pelaksanaan. Serta identitas atlet yang tercantum dalam dokumen dengan data hasil pertandingan yang tersedia.

“Yang kami lakukan mencocokkan data pertandingan dengan informasi yang tercantum di dokumen. Dari pengecekan awal ada data yang belum kami temukan sesuai, sehingga kami berharap ada verifikasi resmi,” ujarnya.

Pelatih Master Archery lainnya, Andrianto, mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian para atlet. Karena jalur prestasi merupakan hasil proses latihan dan keikutsertaan dalam kompetisi yang berlangsung bertahun-tahun.

“Menjadi atlet itu bukan proses yang singkat. Anak-anak latihan rutin, ikut kejuaraan, bahkan banyak menggunakan biaya mandiri. Harapan kami semuanya diselesaikan berdasarkan data supaya adil bagi atlet yang selama ini berproses,” katanya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#sertifikat prestasi palsu #Perpani Tarakan #spbmv #spbm