HARIAN RAKYAT KALTARA — Tepat 1 Juli menjadi hari bersejarah bagi jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Utara. Bertempat di Mapolda Kaltara, digelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dipimpin langsung Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Kapolda menegaskan bahwa usia 80 tahun menunjukkan kematangan Polri sebagai institusi. Ia menekankan bahwa tema peringatan tahun ini, “Polri untuk Masyarakat”, harus dimaknai sebagai dorongan perubahan pola pikir dan pola tindak setiap personel.
“Kewenangan adalah amanah, jabatan adalah tanggung jawab, dan seragam yang kita kenakan simbol kepercayaan negara serta harapan masyarakat,” ujarnya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar menjauhi perilaku arogan, penyalahgunaan wewenang, serta tindakan yang dapat mencederai marwah institusi.
Ia menekankan bahwa satu kesalahan individu dapat merusak kepercayaan yang telah dibangun oleh ribuan anggota Polri yang bekerja dengan tulus.
Sebagai provinsi perbatasan, Kalimantan Utara menghadapi tantangan khas. Seperti penyelundupan, perdagangan orang, narkotika, hingga kejahatan lintas batas. Karena itu, Kapolda mengajak seluruh jajaran untuk bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih solid.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi menghadapi perkembangan teknologi, kejahatan siber, dan ancaman global lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Kalimantan Utara atas dedikasi menjaga stabilitas keamanan.
“Jadikan setiap penugasan sebagai ladang ibadah, setiap pelayanan sebagai wujud cinta kepada masyarakat. Dan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa Polri siap berubah, siap melayani, dan siap menjaga Indonesia,” tegasnya.
Upacara serupa juga dilaksanakan Polres Tarakan. Tingginya mobilitas orang dan barang di Kota Tarakan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai kota kepulauan sekaligus pintu masuk Kaltara, Tarakan dinilai memiliki potensi kerawanan yang semakin beragam.
Mulai dari tindak pidana konvensional hingga kejahatan lintas wilayah seperti perdagangan orang (human trafficking).
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian yang mengemuka dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menjadi momentum refleksi perjalanan institusi kepolisian, peringatan itu juga dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya penguatan profesionalisme Polri serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik mengatakan karakteristik Tarakan sebagai kota dengan lalu lintas orang dan barang yang tinggi menuntut kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Menurutnya, perkembangan aktivitas masyarakat turut memengaruhi dinamika keamanan. Sehingga diperlukan langkah antisipatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Tarakan ini memiliki dinamika yang cukup kompleks. Lalu lintas orang dan barang cukup tinggi, dan itu membuka potensi berbagai gangguan keamanan. Termasuk tindak pidana seperti human trafficking. Karena itu diperlukan kerja sama seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi kamtibmas. Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
“Penanganan keamanan tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan bahwa dirinya akan segera mengakhiri masa tugas sebagai Kapolres Tarakan.
Dalam waktu dekat, ia akan melaksanakan serah terima jabatan dan mendapat penugasan baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Utara.
Ia berharap program maupun pola kerja sama yang telah dibangun selama bertugas di Tarakan dapat terus dilanjutkan oleh pejabat yang baru. Sehingga stabilitas keamanan daerah tetap terjaga.
Menurut Erwin, tema Hari Bhayangkara ke-80, "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Ini menjadi refleksi perjalanan panjang Polri, sekaligus pengingat agar pelayanan semakin dekat dan profesional. Hal ini berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat,” ucapnya.
Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata menambahkan, komunikasi dan koordinasi antara kedua institusi selama ini berjalan baik dan terus diperkuat dalam berbagai kegiatan pengamanan maupun penanganan persoalan di daerah.
“Sinergi TNI dan Polri di Tarakan berjalan baik. Komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi terus ditingkatkan agar stabilitas keamanan wilayah tetap terjaga,” harapnya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud menilai tantangan keamanan di Tarakan membutuhkan aparat yang profesional, adaptif, dan mampu merespons cepat berbagai persoalan yang muncul seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, posisi Tarakan sebagai daerah dengan aktivitas transportasi yang padat menjadikan potensi persoalan lintas wilayah. Termasuk perdagangan orang, perlu mendapat perhatian bersama.
“Tarakan memiliki mobilitas orang dan barang yang tinggi. Ada potensi persoalan lintas wilayah, termasuk human trafficking. Kondisi ini membutuhkan Polri yang adaptif dan cepat merespons,” ujarnya.
Ia menambahkan koordinasi yang selama ini terjalin di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi modal penting dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus dipertahankan agar berbagai tantangan keamanan dapat diantisipasi secara bersama-sama. (uno2/sas/uno)
Editor : Nurismi