HARIAN RAKYAT KALTARA — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mulai memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi pada sektor komersial di Kota Tarakan.
Salah satu pelanggan yang telah tersambung adalah Hotel Swiss-Bel Tarakan, yang kini beralih dari penggunaan gas tabung 50 kilogram ke jaringan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Penyambungan tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan PGN pada segmen usaha yang memiliki kebutuhan energi secara berkelanjutan.
Selain hotel, perusahaan juga mulai menjajaki sejumlah calon pelanggan lain dari sektor kesehatan, industri, hingga usaha makanan dan minuman.
Koordinator Operational and Maintenance PGAS Solution (PGASOL) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Tarakan Tajuddin, mengatakan proses penyambungan jaringan di Hotel Swiss-Bel telah selesai setelah berlangsung sekitar satu pekan. Saat ini pekerjaan memasuki tahap rekondisi lokasi sebelum pengaspalan dilakukan oleh instansi terkait.
“Kurang lebih semingguan pengerjaannya dan ada dua kali crossing jalan. Sekarang pekerjaannya sudah selesai, tinggal rekondisi. Setelah pekerjaan teknis selesai, kontraktor nanti menyerahkan proses pengaspalan kepada pihak PU,” ujarnya.
Ia menjelaskan penyambungan dilakukan dengan memanfaatkan jaringan gas bertekanan menengah yang telah tersedia di sekitar lokasi hotel.
Mengingat pekerjaan melintasi badan jalan, seluruh pelaksanaan juga telah melalui proses koordinasi dan perizinan dengan instansi terkait.
Menurut Tajuddin, kebutuhan energi yang relatif stabil membuat sektor komersial menjadi salah satu sasaran pengembangan layanan PGN di Tarakan.
Dengan tersambungnya jaringan gas bumi, pelanggan tidak lagi bergantung pada distribusi gas tabung untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.
Hotel Swiss-Bel sebelumnya menggunakan gas LPG tabung berkapasitas 50 kilogram. Setelah tersambung ke jaringan gas bumi, sistem layanan berubah menggunakan skema tarif komersial yang diterapkan khusus bagi pelanggan usaha.
“Karena ini pelanggan bisnis, jadi menggunakan tarif komersial. Sebelumnya masih menggunakan gas tabung dan sekarang sudah menggunakan jaringan gas,” katanya.
Untuk mendorong penambahan pelanggan komersial, PGN juga menawarkan skema pembiayaan penyambungan yang dinilai dapat mengurangi beban investasi awal.
Dalam skema tersebut, perusahaan menanggung biaya pembangunan jaringan mulai dari pipa utama hingga meter gas yang terpasang di lokasi pelanggan.
Sementara itu, pelanggan hanya menanggung biaya instalasi internal dari meter gas menuju titik penggunaan, seperti dapur atau fasilitas operasional lainnya.
“Yang pelanggan biayai hanya instalasi internal ke area penggunaan atau ke dapur. Kalau dari titik jaringan sampai metering itu ditanggung oleh PGN,” jelasnya.
Di sisi lain, PGN mulai melakukan pemetaan terhadap potensi pelanggan komersial lainnya di Tarakan. Tim penjualan secara bertahap melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan energy. Sekaligus melihat kelayakan penyambungan jaringan pada masing-masing lokasi.
Menurut Tajuddin, beberapa calon pelanggan telah mendapatkan penawaran layanan. Namun, proses penyambungan tetap bergantung pada hasil kajian kebutuhan serta keputusan manajemen dari masing-masing perusahaan.
“Tim sales kami melakukan survei untuk melihat potensi pelanggan dan kebutuhan di lapangan. Ada beberapa yang sudah kami tawarkan, tetapi keputusan akhirnya tetap kembali ke manajemen masing-masing pelanggan,” tutupnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi