HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha konstruksi, sebagai salah satu strategi mempercepat pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bulungan Syarwani saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-9 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Bulungan, Rabu (24/6) lalu.
Dalam forum tersebut, Syarwani menegaskan bahwa sektor konstruksi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, keberadaan Gapensi sebagai wadah para pelaku jasa konstruksi dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan berbagai program pembangunan di Kabupaten Bulungan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terus berjalan membutuhkan dukungan pelaku konstruksi yang profesional, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
“Gapensi merupakan mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam sektor penyediaan barang dan jasa serta pelaksanaan pembangunan. Karena itu sinergi yang sudah terjalin selama ini perlu terus diperkuat. Agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan berkualitas,” terangnya.
Ia menjelaskan, sektor konstruksi tidak hanya berperan dalam pembangunan fisik semata. Tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas.
Aktivitas pembangunan mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor usaha pendukung, serta meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.
Untuk itu, Syarwani mendorong agar Gapensi terus memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi dunia usaha lainnya, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Menurutnya, sinergi lintas sektor akan menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bulungan.
“Ketika sektor konstruksi, perdagangan, dan sektor usaha lainnya saling mendukung. Maka efek berganda terhadap perekonomian daerah akan semakin besar. Ini yang perlu terus kita bangun bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syarwani menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Keterlibatan pelaku usaha sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam pelaksanaan proyek.
Tetapi juga dalam memberikan masukan, gagasan, hingga kritik yang konstruktif terhadap arah pembangunan daerah.
Karena itu, ia berharap Muscab Gapensi tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan. Melainkan juga menjadi ruang lahirnya berbagai rekomendasi strategis yang dapat mendukung pembangunan Bulungan ke depan.
“Muscab ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku konstruksi, pembangunan yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terus diwujudkan di Kabupaten Bulungan,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi