HARIAN RAKYAT KALTARA — Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) di Kalimantan Utara mengalami penurunan pada Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat NTPR turun sebesar 0,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, bahwa penurunan NTPR terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang diterima petani.
“Pada Mei 2026, NTPR mengalami penurunan sebesar 0,72 persen. Kondisi ini terjadi karena indeks yang diterima petani (It) naik sebesar 2,75 persen. Namun indeks yang dibayar petani (Ib) meningkat lebih tinggi, yakni sebesar 3,49 persen,” ujarnya, Minggu (21/6) lalu.
Menurutnya, NTPR merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kemampuan atau daya beli petani perkebunan rakyat.
Ketika indeks harga yang dibayar petani meningkat lebih cepat dibandingkan harga yang diterima dari hasil produksi. Maka nilai tukar petani cenderung mengalami penurunan.
“Kenaikan indeks harga yang dibayar petani pada Mei 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran rumah tangga maupun biaya produksi yang harus ditanggung petani,” jelasnya.
Berdasarkan data, kenaikan Ib didorong oleh meningkatnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,62 persen.
Selain itu, Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni 7,86 persen.
“Kenaikan biaya produksi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan indeks yang dibayar petani meningkat lebih tinggi,” katanya.
Meskipun harga komoditas perkebunan yang diterima petani mengalami peningkatan. Lonjakan biaya yang harus dikeluarkan petani untuk kebutuhan produksi dan konsumsi rumah tangga membuat daya beli petani perkebunan rakyat mengalami tekanan.
Ia menilai perkembangan NTPR perlu terus menjadi perhatian, karena berkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan petani.
“Perubahan nilai tukar petani juga dapat menjadi gambaran mengenai kondisi ekonomi sektor perkebunan rakyat di daerah,” ungkapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi