BERAU POST — Aktivitas operasional di Pelabuhan Malundung Tarakan sempat dihentikan sementara selama sekitar satu jam, setelah kebakaran melanda bangunan direksikeet bekas pekerjaan reklamasi dan dermaga di area lahan kosong non-petikemas, Kamis (18/6) malam.
Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah mitigasi, untuk menjamin keselamatan pekerja, pengguna jasa, serta fasilitas pelabuhan. General Manager PT Pelindo Regional 4 Tarakan Amrullah mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WITA.
Begitu menerima laporan, Tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE) bersama Tim Pengamanan langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas pelabuhan dan melakukan sterilisasi area terdampak.
“Selanjutnya, tim tanggap darurat Pelindo melakukan pemadaman menggunakan mobil pemadam kebakaran milik perusahaan. Sembari berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan dan Tim Pemadam Kebakaran PT Pertamina EP,” ujarnya Jumat (19/6).
Sebanyak empat armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit. Sehingga tidak merambat ke fasilitas operasional maupun aset utama perusahaan.
Berdasarkan pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Seluruh pekerja, pengguna jasa, dan personel yang terlibat dalam penanganan dinyatakan dalam kondisi aman.
“Selain itu, gedung perkantoran, dermaga, fasilitas operasional, sistem kelistrikan, sistem komunikasi. Hingga peralatan penunjang operasional dipastikan tidak terdampak oleh kebakaran,” sebut Amrullah.
Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, operasional pelabuhan dihentikan sementara selama kurang lebih 60 menit.
Setelah api berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman, aktivitas petikemas maupun non-petikemas kembali berjalan normal pada pukul 20.30 WITA tanpa menimbulkan gangguan signifikan terhadap pelayanan kepelabuhanan.
“Kami mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh personel serta sinergi yang sangat baik antara Tim HSSE, Tim Pengamanan, Tim Tanggap Darurat PT Pelindo, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, dan Tim PMK PT Pertamina EP. Berkat koordinasi yang cepat dan efektif, kebakaran berhasil dikendalikan. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak terhadap fasilitas operasional pelabuhan,” ujarnya.
Ia menegaskan keselamatan pekerja, pengguna jasa, dan keberlangsungan operasional pelabuhan menjadi prioritas utama perusahaan. Saat ini kondisi telah sepenuhnya terkendali dan investigasi penyebab kebakaran masih berlangsung.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan PMK Tarakan Eko Supriyatnoko menjelaskan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 19.49 WITA setelah Pelindo meminta dukungan tambahan dalam proses pemadaman.
Menurutnya, saat tim Damkar tiba di lokasi, unit pemadam internal Pelindo telah melakukan penanganan awal. Sehingga personel Damkar langsung memperkuat proses pemadaman bersama unsur pendukung lainnya.
“Kami tidak ingin mengambil risiko karena ini objek vital. Ketika ada laporan masuk dan dibutuhkan penguatan, kami langsung turunkan personel supaya kondisi di lapangan tetap terkendali dan tidak berkembang ke area lain,” katanya.
Damkar Tarakan mengerahkan personel dan armada dari sektor barat beserta dukungan suplai pemadaman. Penanganan juga diperkuat oleh satu brigade pemadam PT Pertamina EP serta unsur komando yang turut berada di lokasi.
Eko menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama yang sudah tidak digunakan. Namun, posisi bangunan yang berada dekat area LNG menjadi perhatian khusus. Sehingga pengendalian api dilakukan secara lebih hati-hati untuk mencegah risiko yang lebih besar.
“Seluruh unsur pendukung dapat tiba di lokasi dalam waktu singkat. Sehingga proses pemadaman berjalan efektif. Tapi, masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, terutama terkait koordinasi antarunsur di lapangan yang akan menjadi bahan perbaikan dalam penanganan kejadian serupa di masa mendatang,” tuturnya.
Saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi. PT Pelindo Regional 4 Tarakan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah mitigasi, guna memperkuat budaya keselamatan. Serta kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran layanan kepelabuhanan di Kaltara. (sas/uno)
Editor : Nurismi