Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Siasat Selundupkan Sabu di Kemasan Susu Kandas Lewat Pengamanan Berlapis Bandara Juwata

Nurismi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:15 WIB
DIRINGKUS: Dua kurir yang berusaha meloloskan narkotika jenis sabu digagalkan pihak Bandara Bandara Internasional Juwata Tarakan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
DIRINGKUS: Dua kurir yang berusaha meloloskan narkotika jenis sabu digagalkan pihak Bandara Bandara Internasional Juwata Tarakan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Sistem pengamanan berlapis yang diterapkan di Bandara Internasional Juwata Tarakan, menjadi salah satu faktor penting dalam pengungkapan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 933,73 gram netto melalui jalur udara. 

Pengawasan dilakukan sejak penumpang memasuki kawasan bandara hingga proses pemeriksaan keamanan sebelum keberangkatan.

Kepala Seksi Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan Martono mengatakan, sistem keamanan tidak hanya mengandalkan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray.

Tetapi juga didukung metode profiling terhadap penumpang serta pemantauan melalui kamera pengawas dan petugas di lapangan.

“Kami menerapkan profiling sejak penumpang masuk area bandara, saat check-in, hingga pemeriksaan keamanan. Semua terintegrasi dengan CCTV dan pengawasan petugas di lapangan,” ujarnya, Jumat (19/6).

Menurutnya, pengawasan juga diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai unsur keamanan yang bertugas di kawasan bandara. Termasuk personel TNI, Polri, dan petugas penghubung atau liaison officer (LO).

Martono menjelaskan, perangkat X-Ray yang digunakan di Bandara Juwata telah dilengkapi teknologi dual view atau multi-view.

Sehingga mampu menampilkan objek dari berbagai sudut sekaligus membedakan material organik dan non-organik.

Teknologi tersebut memungkinkan petugas mendeteksi barang yang telah disamarkan. Karena perbedaan bentuk maupun warna tetap dapat terbaca pada hasil pemindaian. 

“Selain peralatan, kemampuan dan pengalaman petugas dalam menginterpretasikan citra X-ray juga menjadi faktor penting dalam proses pemeriksaan,” ungkapnya.

Saat ini Bandara Juwata Tarakan memiliki 58 personel aviation security (Avsec) yang ditempatkan di berbagai titik pengawasan.

Baik di terminal penumpang maupun area kargo. Seluruh personel telah mengikuti pelatihan berjenjang serta pelatihan penyegaran secara berkala setiap dua tahun.

“Selain itu, koordinasi antarinstansi dilakukan melalui Komite Keamanan Bandara yang secara rutin menggelar pertemuan empat kali dalam setahun, bersama seluruh pemangku kepentingan,” tutur Martono.

Ia menegaskan, meski penanganan tindak pidana narkotika bukan menjadi kewenangan utama pengelola bandara.

Seluruh jajaran tetap berkomitmen mendukung aparat penegak hukum dalam mencegah penyelundupan narkotika melalui transportasi udara.

“Yang jelas, kami akan terus memperketat pengawasan dan berkoordinasi dengan kepolisian serta instansi terkait. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga keamanan penerbangan,” katanya.

Untuk mencegah kemungkinan adanya keterlibatan oknum petugas, pihak bandara juga menerapkan pembinaan dan konseling secara berkala terhadap personel aviation security.

Apabila terdapat petugas yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus, yang bersangkutan akan dipindahtugaskan sementara ke unit lain.

“Sekarang kami pastikan tidak ada oknum. Tetap kita konseling berkala,” tegasnya.

Sebelumnya, pengungkapan sabu tersebut bermula saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan calon penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Juwata Tarakan.

Dari hasil pemindaian menggunakan mesin X-Ray, petugas menemukan tampilan bagasi yang tidak sesuai dengan karakteristik normal. Sehingga dilakukan pemeriksaan lanjutan secara manual sesuai prosedur keamanan penerbangan.

Pemeriksaan itu mengungkap adanya narkotika yang disamarkan di dalam berbagai kemasan makanan ringan dan susu untuk mengelabui pemeriksaan.

Setelah ditemukan indikasi kuat, petugas segera melaporkan temuan tersebut kepada pengawas dan diteruskan kepada pihak keamanan bandara serta Polsek Kawasan Pelabuhan dan Bandara (KSKP) Polres Tarakan.

Tidak lama kemudian, tim gabungan kepolisian dan petugas bandara melakukan pemeriksaan lanjutan, mengamankan barang bukti, dan menyerahkannya kepada penyidik.

Pengembangan kasus selanjutnya mengungkap jaringan peredaran sabu lintas daerah dengan barang bukti mencapai 933,73 gram netto. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#sabu #peredaran narkoba #polres berau