Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Peningkatan akses pelatihan kerja sangat krusial guna mengejar ketertinggalan daya saing di perbatasan.

Nurismi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:50 WIB
KETENAGAKERJAAN: Mayoritas penduduk bekerja di Provinsi Kaltara masih didominasi yang memiliki tingkat pendidikan SD ke bawah. (FAISAL/HRK)
KETENAGAKERJAAN: Mayoritas penduduk bekerja di Provinsi Kaltara masih didominasi yang memiliki tingkat pendidikan SD ke bawah. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat mayoritas penduduk bekerja di provinsi ini masih didominasi yang memiliki tingkat pendidikan SD ke bawah. 

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan yang masih dihadapi daerah, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing tenaga kerja.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator penting untuk melihat kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, kelompok pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih menjadi yang terbesar dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. 

“Pada Februari 2026, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 32,51 persen,” ujar, Jumat (19/6). 

Data BPS menunjukkan, persentase penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebesar 29,79 persen. Artinya, terdapat kenaikan sebesar 2,72 persen dalam kurun waktu satu tahun. 

Sementara itu, tenaga kerja dengan pendidikan tinggi, yakni Diploma dan Universitas, tercatat sebesar 19,27 persen pada Februari 2026.

Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 20,80 persen dan Februari 2024 sebesar 21,65 persen. 

Selain itu, kelompok pekerja lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menempati posisi kedua dengan persentase 24,30 persen pada Februari 2026.

Sedangkan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 14,75 persen dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,16 persen. 

Menurut Mustaqim, distribusi penduduk bekerja berdasarkan tingkat pendidikan dalam tiga tahun terakhir masih menunjukkan pola yang relatif sama.

Kelompok pekerja berpendidikan rendah masih mendominasi struktur ketenagakerjaan di Kalimantan Utara. 

“Distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan masih menunjukkan pola yang sama baik pada Februari 2024, Februari 2025 maupun Februari 2026,” katanya. 

Ia menambahkan, dibandingkan Februari 2025, hanya terdapat dua kelompok pendidikan yang mengalami peningkatan persentase tenaga kerja, yakni lulusan SD ke bawah sebesar 2,72 persen dan lulusan SMK sebesar 0,48 persen. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui akses pendidikan dan pelatihan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak. 

“Dengan meningkatnya kualitas pendidikan tenaga kerja, diharapkan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia di Kalimantan Utara dapat terus berkembang. Seiring dengan pertumbuhan investasi dan pembangunan industri yang tengah didorong pemerintah di wilayah perbatasan tersebut,” jelasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#tenaga kerja #BPS Kaltara