Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp1,4 Miliar yang Disamarkan dalam Kotak Susu, Jaringan Malaysia Dibongkar

Nurismi • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:55 WIB
DIPERIKSA: Dua tersangka dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satresnarkoba Polres Tarakan, Kamis (18/6). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
DIPERIKSA: Dua tersangka dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satresnarkoba Polres Tarakan, Kamis (18/6). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Penyelundupan hampir satu kilogram narkotika jenis sabu melalui Bandara Internasional Juwata Tarakan berhasil digagalkan aparat kepolisian. Setelah petugas keamanan bandara menemukan barang mencurigakan saat pemeriksaan X-Ray. 

Dari pengungkapan tersebut, dua orang tersangka diamankan dengan barang bukti sabu seberat netto 933,73 gram. Kasus bermula pada Senin (8/6) pekan lalu sekitar pukul 12.30 Wita.

Ketika petugas aviation security mendeteksi ketidakwajaran pada barang bawaan salah seorang penumpang. 

Temuan itu segera dilaporkan kepada Polsek Kawasan Pelabuhan dan Bandara (KSKP) Polres Tarakan serta Satresnarkoba Polres Tarakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan Iptu Hendra Tri Susilo mengatakan, tersangka berinisial DC sebelumnya telah masuk dalam pemantauan aparat.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan uji awal, dua bungkus yang ditemukan dalam bagasi dinyatakan positif mengandung metamfetamin.

“Dari hasil pemeriksaan menggunakan test kit, barang tersebut positif metamfetamin,” ujarnya, Kamis (18/6).

Penimbangan resmi menunjukkan berat netto sabu mencapai 933,73 gram. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa telepon genggam, tiket perjalanan, kartu ATM, tas belanja.

Termaasuk kemasan makanan ringan, kotak susu, dan barang lain yang diduga digunakan untuk menyamarkan narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, DC diduga berperan sebagai kurir yang membawa sabu untuk diserahkan kepada tersangka lain berinisial PS di Kalimantan Timur.

Tim gabungan Satresnarkoba Polres Tarakan dan Ditresnarkoba Polda Kaltara kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan PS beserta telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi dengan DC.

“Kami menduga PS berperan sebagai pemesan sekaligus penyedia modal dalam transaksi tersebut. Kami juga masih memburu pihak yang diduga menjadi pemasok sabu yang berasal dari jaringan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui wilayah Sebatik,” sebut Hendra.

Menurut Hendra, berdasarkan keterangan sementara, para tersangka mengaku telah beberapa kali melakukan pengiriman narkotika dalam jumlah lebih kecil. Namun pengiriman yang berhasil digagalkan kali ini merupakan yang terbesar.

Untuk kepentingan pembuktian, seluruh barang bukti telah diperiksa di Laboratorium Forensik Surabaya dan dinyatakan positif mengandung metamfetamin. Sementara hasil tes urine terhadap kedua tersangka menunjukkan keduanya negatif menggunakan narkotika.

“Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait dugaan permufakatan jahat peredaran narkotika dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Polisi memperkirakan nilai barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Dengan asumsi satu gram sabu dapat digunakan lima orang, pengungkapan tersebut diperkirakan mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap sekitar 4.669 orang.

Sementara itu, Kasi Keamanan Penerbangan Bandara Internasional Juwata Tarakan Martono mengatakan, temuan tersebut berawal dari pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-Ray yang memperlihatkan pola tidak wajar pada isi bagasi penumpang.

“Pemeriksaan lanjutan menemukan sabu yang disamarkan dalam berbagai kemasan makanan ringan dan susu. Temuan itu langsung dilaporkan kepada pengawas dan diteruskan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Martono menjelaskan sistem pengamanan di Bandara Juwata dilakukan secara berlapis sejak penumpang memasuki area bandara.

Didukung teknologi X-Ray dual view, CCTV, serta koordinasi dengan TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara.

Hingga kini penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rantai distribusi narkotika tersebut. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#jaringan Malaysia #polres tarakan #penyelundupan sabu