Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Stop Kirim Bahan Mentah, DPRD Kaltara Desak Pusat Bangun Industri Pengolahan Rumput Laut

Nurismi • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:20 WIB
BUTUH DUKUNGAN: Wakil Ketua DPRD Kaltara Muddain (paling kiri) saat kunjungan ke DPR RI untuk menyampaikan sejumlah aspirasi. (DPRD KALTARA)
BUTUH DUKUNGAN: Wakil Ketua DPRD Kaltara Muddain (paling kiri) saat kunjungan ke DPR RI untuk menyampaikan sejumlah aspirasi. (DPRD KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara berupaya memperjuangkan berbagai kebutuhan strategis daerah ke Pemerintah Pusat. 

Salah satu langkah yang dilakukan melalui kunjungan kerja ke DPR RI untuk menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai penting bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khususnya di wilayah perbatasan, pesisir, dan kepulauan. 

Wakil Ketua DPRD Kaltara Muddain mengatakan, terdapat tiga usulan prioritas yang menjadi fokus perjuangan DPRD Kaltara dalam pertemuan tersebut.

Ketiga usulan itu meliputi keberlanjutan dan perluasan Program Kampung Nelayan, pembangunan industri pengolahan rumput laut. Serta penguatan konektivitas digital di daerah-daerah terpencil. 

Menurut Muddain, Program Kampung Nelayan menjadi salah satu agenda utama yang disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

Program tersebut dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir, melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan. 

“Program ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana perikanan, produktivitas nelayan meningkat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan mereka,” ujarnya, Senin (15/6) lalu. 

Karena itu, DPRD Kaltara berharap program tersebut tidak hanya dilanjutkan. Tetapi juga diperluas cakupannya, agar lebih banyak masyarakat pesisir yang dapat merasakan manfaatnya. 

Mengingat sebagian besar wilayah Kaltara memiliki karakteristik pesisir dan kepulauan. Sektor perikanan dinilai masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. 

Selain sektor perikanan, DPRD Kaltara juga mendorong Pemerintah Pusat untuk mendukung pembangunan industri pengolahan rumput laut di daerah.

Selama ini, rumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan Kaltara yang memiliki potensi ekonomi besar. 

Namun, sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku ke luar daerah. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah dari komoditas rumput laut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat lokal. 

Padahal, apabila tersedia industri pengolahan di daerah, berbagai produk turunan rumput laut dapat dihasilkan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. 

“Kehadiran pabrik pengolahan rumput laut akan meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” katanya. 

Tak hanya itu, DPRD Kaltara juga menyoroti pentingnya pemerataan akses digital di wilayah kepulauan dan desa-desa terpencil.

Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan akses internet dan jaringan telekomunikasi. 

Menurut Muddain, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi digital masyarakat.

Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah perbatasan seperti Kaltara. 

“Melalui kunjungan ini, kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap perluasan Program Kampung Nelayan, pembangunan industri rumput laut, dan percepatan transformasi digital di Kaltara,” jelasnya. 

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Pusat terhadap ketiga sektor tersebut akan menjadi langkah penting. Dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, memperkuat ekonomi daerah. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#industri #DPRD Kaltara #rumput laut