Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cari Tahu Penyebab Pasti Kebakaran, Petugas Amankan Rekaman Decoder CCTV Warung Bakso

Nurismi • Selasa, 16 Juni 2026 | 11:10 WIB
BERKOBAR: Bangunan Warung Bakso Mie Ayam ABC di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat dilalap api pada Senin (15/6). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
BERKOBAR: Bangunan Warung Bakso Mie Ayam ABC di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat dilalap api pada Senin (15/6). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Bangunan Warung Bakso Mie Ayam ABC di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat mengalami kerusakan sekitar 60 persen setelah dilalap api pada Senin (15/6). 

Material bangunan yang didominasi kayu membuat kobaran api dengan cepat membesar. Sebelum berhasil dikendalikan petugas pemadam kebakaran.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan Eko Supriyatnoko mengatakan, dugaan sementara titik awal kebakaran berasal dari bagian plafon di pojok belakang bangunan berdasarkan keterangan saksi di lokasi.

“Dugaan sementara api berasal dari konstruksi bangunan. Laporan saksi mata menyebut api muncul di pojok belakang tepat di bagian plafon. Sehingga sementara kami menduga sumbernya dari konstruksi,” ujarnya.

Menurut Eko, kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.

“Tadi kami kira bangunan cor, ternyata menggunakan kayu. Lantainya kayu, plafonnya triplek, dindingnya juga triplek. Sehingga materialnya memang mudah terbakar,” katanya.

Untuk mendukung penyelidikan, petugas mengamankan perangkat perekam CCTV yang berada di lokasi. Sebagai barang bukti guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Karena ada CCTV di lokasi, kami mencoba mengamankan decoder-nya. Itu nantinya bisa menjadi bukti untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan Sofyan mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.20 WITA.

Setelah menerima informasi, petugas langsung mengerahkan armada dari sektor barat yang diperkuat bantuan dari sejumlah instansi.

“Unit dari sektor barat langsung bergeser dua unit, dibantu BKO enam unit dari Kampung 1 serta personel Brimob, Kolakar, dan PDAM. Respons time kami sekitar lima menit, begitu melihat asap langsung bergerak,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Sedangkan tahap pendinginan membutuhkan waktu hampir satu jam untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Namun, proses penanganan di lapangan sempat terkendala oleh padatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi. Banyak warga yang berhenti untuk menyaksikan kebakaran. Sehingga akses kendaraan pemadam mengalami hambatan.

“Kesulitannya ada di akses jalan. Rekan-rekan media juga melihat sendiri kondisi jalan yang macet total. Masih banyak masyarakat yang berhenti menonton. Sehingga jalur petugas ikut terhambat,” ujar Sofyan.

Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan prioritas kepada kendaraan darurat ketika terjadi bencana atau keadaan mendesak. Agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat.

“Secara tidak langsung kami mengimbau agar masyarakat memberikan ruang kepada kendaraan pemadam kebakaran, kepolisian, puskesmas, maupun dinas terkait. Untuk melintas terlebih dahulu. Setelah itu baru masyarakat bisa menyesuaikan,” tegasnya.

Di sisi lain, salah seorang karyawan warung bernama Lukas mengaku berada di kamar istirahat di lantai atas saat kebakaran terjadi. Ia baru menyadari adanya kebakaran setelah terbangun dan melihat ruangan dipenuhi asap.

“Saya bangun tidur, buka mata sudah penuh asap. Saya panik, hanya sempat mengambil telepon genggam lalu langsung lari keluar,” tuturnya.

Saat itu, Lukas mengaku berada seorang diri di area istirahat karyawan yang terdiri atas empat kamar. Ia tidak mengetahui secara pasti sumber api. Tetapi sempat mencium bau menyerupai kabel terbakar sebelum api membesar.

“Tidak ada suara ledakan, hanya tercium bau seperti kabel terbakar, jadi kemungkinan dari listrik,” katanya.

Ia menambahkan, di area tersebut terdapat sejumlah colokan listrik yang biasa digunakan untuk mengisi daya telepon genggam maupun mengoperasikan kipas angin. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan apakah hal itu berkaitan dengan penyebab kebakaran.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian melalui olah tempat kejadian perkara (TKP). (sas/uno)

Editor : Nurismi
#warung bakso ABC #kebakaran