Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pangkas Biaya Angkut Komoditas, Pemprov Kaltara Dorong Pembangunan Kereta Api Logistik

Nurismi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:50 WIB
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. (FAISAL/HRK)
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong realisasi pembangunan jaringan kereta api logistik, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi komoditas unggulan daerah. 

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) dan kini memasuki tahap pembahasan lebih lanjut. Melalui forum diskusi bersama para pemangku kepentingan.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, pembangunan jaringan kereta api logistik memiliki prospek besar dalam mendukung sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, keberadaan jalur kereta api akan memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien. Bagi pelaku usaha dalam mendistribusikan hasil produksi menuju kawasan industri maupun pelabuhan.

“Bagi pengusaha tambang maupun kelapa sawit nantinya dapat memanfaatkan kereta api ini. Sehingga biaya angkut menjadi lebih murah menuju kawasan industri maupun pelabuhan,” ujarnya, Kamis (11/6) lalu.

Ia menjelaskan, jalur kereta api logistik direncanakan menjadi solusi jangka panjang untuk menghubungkan sejumlah kawasan produksi di Kalimantan Utara. Mulai dari Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Malinau hingga Nunukan.

Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi komoditas diharapkan menjadi lebih cepat, efektif, dan kompetitif. 

“Selain meningkatkan efisiensi distribusi barang, moda transportasi berbasis rel juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas. Serta meminimalkan kerusakan jalan umum yang selama ini disebabkan oleh tingginya mobilitas kendaraan angkutan barang bertonase besar,” jelasnya

Ia berharap dapat menghasilkan kesepahaman awal antara PT INTRA dan perusahaan-perusahaan. Yang nantinya akan menjadi pengguna jasa atau off-taker jaringan kereta api logistik tersebut.

“Semoga pertemuan ini membuka peluang kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa visi pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara tidak hanya terbatas pada kebutuhan angkutan barang.

Ke depan, pemerintah juga mengharapkan hadirnya layanan kereta api penumpang yang mampu menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.

Bahkan, kata Zainal, Pemprov Kaltara telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Brunei Darussalam terkait kemungkinan pengembangan jaringan kereta api lintas negara yang menghubungkan Kalimantan, Malaysia, dan Brunei. 

Apabila terealisasi, proyek tersebut tidak hanya akan memperkuat sistem logistik regional. Tetapi juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan hingga kawasan perbatasan internasional. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#jalur kereta api #pemprov kaltara