Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tarif Pesawat Melonjak, Kelompok Transportasi Jadi Pemicu Utama Inflasi Kota Tarakan Mei 2026

Nurismi • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:40 WIB
TIKET PESAWAT: Inflasi di Kota Tarakan dipicu kenailan tarif angkutan udara. (HRK)
TIKET PESAWAT: Inflasi di Kota Tarakan dipicu kenailan tarif angkutan udara. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA  — Kenaikan tarif angkutan udara menjadi faktor paling dominan yang mendorong inflasi Kota Tarakan pada Mei 2026. 

Setelah sempat mengalami deflasi pada April, Tarakan kembali mencatat inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan (month to month).

Kepala BPS Kota Tarakan Umar Riyadi mengatakan, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Mei.

Dengan angkutan udara sebagai komoditas yang memberikan andil paling besar terhadap kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).

“Pada Mei 2026 Kota Tarakan mengalami inflasi month to month sebesar 0,41 persen, angkutan udara memberikan andil dominan terhadap inflasi,” ujarnya, Selasa (9/6).

Menurutnya, harga transportasi udara masih menjadi komponen yang sangat sensitive. Terhadap perubahan inflasi di daerah yang bergantung pada mobilitas antardaerah seperti Tarakan.

Secara kumulatif, inflasi Tarakan tercatat 1,42 persen secara year to date (y-to-d), sedangkan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) berada di angka 3,08 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding inflasi Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,90 persen dan setara dengan inflasi nasional.

Kelompok transportasi tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,37 persen. Sementara kelompok penyediaan makan minum/restoran memberikan andil 0,14 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga, serta perlengkapan rumah tangga dengan kontribusi relatif kecil.

“Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru menahan laju inflasi, di antaranya perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman dan tembakau,” sebut Umar.

Berdasarkan komoditas, angkutan udara menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,3275 persen. Kenaikan harga juga dipengaruhi bakso siap santap, sawi hijau, minyak goreng, es, soto, bahan bakar rumah tangga, sepeda motor, tomat, dan beras.

“Sebaliknya, tekanan deflasi berasal dari turunnya harga emas perhiasan, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, bayam, terong, pembersih lantai, rempela hati ayam dan bawang putih,” ungkapnya 

Umar menegaskan pengendalian inflasi perlu terus dilakukan, terutama terhadap komponen yang sangat dipengaruhi mobilitas masyarakat.

Seperti transportasi udara, mengingat fluktuasi tarif penerbangan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan inflasi di Kota Tarakan. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#inflasi #BPS Tarakan