Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sektor Pertambangan Jadi Penyelamat Kinerja Ekspor Kaltara di Tengah Pelemahan Industri

Nurismi • Minggu, 7 Juni 2026 | 07:25 WIB
ILUSTRASI: Sektor pertambangan tetap menjadi penyumbang terbesar ekspor Kaltara. (HRK)
ILUSTRASI: Sektor pertambangan tetap menjadi penyumbang terbesar ekspor Kaltara. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kinerja ekspor Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada periode Januari-April 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Meski sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekspor daerah. Melemahnya ekspor hasil industri dan pertanian menyebabkan nilai ekspor secara keseluruhan terkoreksi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim mengungkapkan, nilai ekspor Kaltara selama Januari—April 2026 tercatat sebesar USD 434,39 juta. 

Angka tersebut turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai USD 451,91 juta. 

“Penurunan ekspor Januari—April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu terutama disebabkan menurunnya ekspor nonmigas sebesar 4,40 persen. Dari USD 450,56 juta menjadi USD 430,73 juta,” ujarnya, Jumat (5/6). 

Menurutnya, penurunan ekspor nonmigas dipengaruhi oleh melemahnya ekspor hasil industri yang turun 16,45 persen dari USD 149,81 juta menjadi USD 125,17 juta.

Selain itu, ekspor hasil pertanian juga mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 42,82 persen. Dari USD 11,35 juta menjadi USD 6,49 juta.

“Di sisi lain, ekspor migas menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilainya meningkat 170,13 persen, dari USD 1,35 juta pada Januari—April 2025 menjadi USD 3,66 juta pada periode yang sama tahun ini. Namun kontribusi sektor migas terhadap total ekspor masih relatif kecil, hanya sekitar 0,84 persen,” sebut dia. 

Secara bulanan, nilai ekspor Kaltara pada April 2026 tercatat sebesar USD 124,91 juta atau turun 3,34 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai USD 129,22 juta.

Jika dibandingkan April 2025, nilai ekspor juga mengalami penurunan sebesar 9,78 persen. 

Meski demikian, sektor pertambangan tetap menjadi penyumbang terbesar ekspor Kaltara. Selama Januari—April 2026, nilai ekspor hasil tambang mencapai USD 299,07 juta atau berkontribusi sekitar 68,85 persen terhadap total ekspor daerah. 

Sementara itu, data BPS juga mencatat ekspor asli Kaltara pada Januari—April 2026 mencapai USD 451,11 juta, meningkat 1,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 443,98 juta. 

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspor hasil tambang sebesar 3,34 persen menjadi USD 299,07 juta. Sebaliknya, ekspor hasil industri turun tipis 0,22 persen menjadi USD 133,48 juta. Sedangkan ekspor hasil pertanian turun 23,44 persen menjadi USD 14,89 juta. 

Selain melalui pelabuhan di Kaltara, ekspor komoditas asal daerah ini juga dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi dengan total nilai mencapai USD 49,40 juta selama Januari—April 2026. 

“Jawa Timur menjadi pintu ekspor terbesar dengan nilai USD 45,93 juta, disusul Sulawesi Selatan USD 2,75 juta dan DKI Jakarta sebesar USD 0,68 juta,” ungkapnya. 

Meskipun nilai ekspor secara keseluruhan mengalami penurunan, sektor pertambangan masih menjadi motor utama perdagangan luar negeri Kaltara dan berperan penting. Dalam menjaga kinerja ekspor daerah di tengah melemahnya sektor industri dan pertanian. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#industri #BPS Kaltara #pertambangan