Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Genjot Penyerapan Kerja, Pemprov Kaltara Minta Investor Terapkan Komposisi 70 Persen Tenaga Lokal

Nurismi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:05 WIB
Wagub Kaltara, Ingkong Ala. (HRK)
Wagub Kaltara, Ingkong Ala. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong investor yang beroperasi untuk mengutamakan tenaga kerja lokal.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, sebagai upaya memastikan masyarakat setempat memperoleh manfaat langsung dari masuknya investasi yang terus berkembang. 

Menurut Ingkong, isu penyerapan tenaga kerja dan perlindungan pekerja menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Karena itu, setiap investor diminta menerapkan komposisi tenaga kerja. Dengan porsi 70 persen berasal dari masyarakat lokal dan 30 persen dari luar daerah. 

“Komitmen itu sudah kita sampaikan kepada seluruh investor. Kita minta agar 70 persen tenaga kerja berasal dari lokal. Namun, faktanya di lapangan belum sepenuhnya seperti itu,” kata Ingkong, Kamis (4/6) lalu. 

Ia mengakui target tersebut belum dapat terpenuhi sepenuhnya. Salah satu penyebabnya banyak proyek investasi yang masih berada pada tahap pembangunan. Terutama sektor konstruksi yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus. 

“Karena masih tahap pembangunan, terutama konstruksi yang membutuhkan skill tertentu. Maka banyak tenaga kerja dari luar daerah yang terlibat. Tetapi ke depan, peluang tenaga kerja lokal tetap terbuka luas,” ujarnya. 

Meski demikian, Pemprov Kaltara tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Pemerintah terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para investor. Agar secara bertahap meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal. Terutama ketika perusahaan memasuki fase operasional.

Ingkong menyebut, sejumlah perusahaan saat ini telah mulai membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Namun, tingkat penyerapannya masih belum sesuai harapan pemerintah daerah. 

“Sekarang sebenarnya sudah ada kesempatan, hanya saja belum maksimal. Kita akan terus kawal agar komitmen ini benar-benar dijalankan,” tegasnya. 

Selain memperjuangkan peningkatan jumlah tenaga kerja lokal yang terserap. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

“Langkah ini dinilai penting agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industry. Dan mampu bersaing di tengah masuknya investasi berskala besar ke Kalimantan Utara,” ujarnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#tenaga kerja lokal #pemprov kaltara