Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tak Kunjung Pulang dari Hutan, Seorang Warga Tarakan Diduga Tersesat di Area Rawa

Nurismi • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:15 WIB
PENCARIAN ORANG HILANG: Tim SAR gabungan mencari orang hilang di hutan Karang Anyar Pantai, Kamis (4/6). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PENCARIAN ORANG HILANG: Tim SAR gabungan mencari orang hilang di hutan Karang Anyar Pantai, Kamis (4/6). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Upaya pencarian terhadap Herman (45), warga Lingkas Ujung, Tarakan, terus dilakukan Tim SAR Gabungan setelah pria tersebut dilaporkan hilang saat mencari daun nipah di kawasan Hutan Rumah Adat Tidung, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. 

Memasuki hari kedua operasi pencarian, area penyisiran diperluas dengan melibatkan berbagai peralatan pendukung, termasuk drone.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril mengatakan, korban diketahui terakhir kali pergi mencari daun nipah pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 15.00 Wita. 

Namun hingga beberapa hari kemudian korban tidak kunjung kembali ke rumah. Sehingga keluarga dan rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Tarakan.

“Kami menerima laporan dari rekan korban pada Rabu sore dan langsung menindaklanjuti dengan mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Syahril, Kamis (4/6).

Berdasarkan informasi yang diterima, Herman diduga hilang di kawasan hutan sekitar Rumah Adat Tidung yang memiliki vegetasi cukup rapat dan didominasi area rawa serta tumbuhan nipah.

Lokasi kejadian berada sekitar 1,7 kilometer dari Kantor SAR Tarakan dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit melalui jalur darat.

Pada hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan melakukan briefing dan bergerak menuju lokasi kejadian. Untuk melakukan pencarian awal di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban berada.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Kamis (4/6) atau hari kedua operasi SAR. Tim gabungan kembali melakukan briefing sebelum bergerak ke lapangan sejak pagi hari.

Dalam operasi tersebut, area pencarian diperluas dengan membagi beberapa titik pencarian yang telah ditentukan berdasarkan rencana operasi.

Syahril menjelaskan, tim menyisir sejumlah sektor yang berada di sekitar lokasi hilangnya korban. Penyisiran dilakukan dengan metode pencarian darat, guna menjangkau area yang sebelumnya belum sempat diperiksa secara menyeluruh.

“Pada hari kedua, pencarian difokuskan pada area yang telah dipetakan dalam rencana operasi. Tim melakukan penyisiran pada beberapa sektor untuk memperbesar peluang menemukan korban,” katanya.

Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor SAR Tarakan bersama keluarga korban dan masyarakat sekitar. Selain dukungan personel, tim juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung berupa tiga unit sepeda motor trail. Untuk menjangkau medan yang sulit dilalui kendaraan biasa.

Tidak hanya itu, tim juga menggunakan satu unit drone untuk membantu pemantauan dari udara. Peralatan komunikasi lapangan serta perlengkapan medis turut disiapkan guna mendukung kelancaran operasi pencarian.

Menurut Syahril, kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi relatif mendukung dengan cuaca cerah berawan. Hingga hari kedua pencarian berlangsung, tidak terdapat kendala berarti yang menghambat pergerakan tim di lapangan.

“Cuaca cukup mendukung dan sampai saat ini tidak ada faktor penghambat yang signifikan dalam pelaksanaan pencarian,” ujarnya.

Meski demikian, hingga laporan hari kedua disusun, Herman masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian dan melakukan evaluasi terhadap hasil penyisiran yang telah dilakukan.

“Operasi pencarian akan terus dilaksanakan sesuai prosedur. Dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Koordinasi dengan keluarga korban dan masyarakat sekitar juga terus dilakukan untuk menggali informasi tambahan yang dapat membantu mempersempit area pencarian,” tegas Syahril. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Tim SAR Tarakan #pencarian #orang hilang