HARIAN RAKYAT KALTARA — Akses utama warga di Jalan Rimba Raya RT 03, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Utara, sempat lumpuh setelah material tanah longsor menutup seluruh badan jalan, Rabu (3/6) dini hari.
Ruas jalan yang menjadi jalur penghubung masyarakat tersebut tidak dapat dilalui kendaraan, hingga proses pembersihan dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Yonsep mengatakan, laporan kejadian diterima sekitar pukul 02.00 Wita.
Setelah menerima informasi, personel BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 02.00 Wita bahwa terjadi tanah longsor yang menutupi jalan raya di Jalan Rimba Raya RT 03, Kelurahan Juata Kerikil. Tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, material longsoran menutupi badan jalan sepanjang sekitar 20 hingga 30 meter. Kondisi tersebut menyebabkan akses lalu lintas terputus total, karena seluruh ruas jalan tertutup tanah.
Yonsep menjelaskan, proses penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Pembersihan material longsor melibatkan alat berat, dukungan suplai air dari PDAM, serta tenaga teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan dibantu alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor. Sekitar 20 tenaga teknis dari PU juga ikut membantu di lapangan,” katanya.
Dalam operasi penanganan tersebut, BPBD mengerahkan sekitar 20 hingga 27 personel. Seluruh armada operasional yang tersedia juga diturunkan ke lokasi. Terdiri atas kendaraan serbaguna, fire truck, dan dua unit pikap.
Pembersihan material longsoran berlangsung lebih dari tiga jam. Selama proses itu berlangsung, kendaraan tidak dapat melintas.
“Penanganan berlangsung lebih dari tiga jam. Saat kami melakukan pembersihan, akses jalan memang tidak bisa dilalui. Sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu,” ungkapnya.
Setelah material longsor berhasil disingkirkan, akses jalan kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan. Saat personel meninggalkan lokasi untuk menangani kejadian lain, proses penanganan longsor disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
“Sekarang jalan sudah bisa dilalui kembali. Penanganan di lokasi longsor hampir selesai dan personel kemudian bergerak menangani pohon tumbang di titik lainnya,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, BPBD tetap melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Menurut Yonsep, kondisi lereng di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
BPBD telah mengarahkan pemilik lahan untuk memasang penahan sementara pada bagian lereng yang mengalami longsor. Guna mengurangi risiko pergerakan tanah lanjutan.
“Pemilik lahan kami arahkan untuk memasang penahan sementara pada bagian lereng. Agar dapat memperlambat pergerakan tanah apabila terjadi longsor susulan. Karena lokasi tersebut masih memiliki potensi longsor,” jelasnya.
Selain menangani longsor di Jalan Rimba Raya, BPBD Tarakan juga menerima laporan dua kejadian pohon tumbang di wilayah Juata Kerikil dan sekitar Jalan Jagung.
Kedua kejadian tersebut terjadi setelah hujan disertai angin kencang melanda Kota Tarakan sejak malam hingga dini hari.
“Pohon tumbang ada dua titik. Saat ini juga sedang kami tangani. Karena menutup akses jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas. Terutama ketika hujan deras dan angin kencang terjadi pada malam hingga dini hari.
“Kalau hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya masyarakat menunda perjalanan sampai kondisi lebih aman. Banyak pohon yang berpotensi roboh akibat terpaan angin kencang, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati,” pungkas Yonsep. (sas/uno)
Editor : Nurismi