Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Warga Juata Laut Tarakan Geger! Pria 27 Tahun Ditemukan Tergeletak Tewas Misterius di Area Kebun

Nurismi • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:00 WIB
TERGELETAK: Pria remaja ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Juata Laut, Rabu (3/6). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
TERGELETAK: Pria remaja ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Juata Laut, Rabu (3/6). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Seorang pria berusia 27 tahun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kawasan Jalan Padat Karya RT 12, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, Rabu (3/6) pagi. 

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga yang hendak menuju kebun di sekitar lokasi.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, korban ditemukan oleh saksi berinisial HS (18) sekitar pukul 08.50 Wita. 

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 08.40 Wita dirinya bersama sang ibu berangkat menuju kebun yang berada di kawasan Jalan Padat Karya. Saat tiba di area kebun, keduanya melihat seorang laki-laki tergeletak di lokasi tersebut.

“Saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak gereja yang berada di sekitar lokasi sebelum diteruskan ke Polsek Tarakan Utara,” ujarnya.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Tarakan Utara bersama Unit Reskrim, personel piket, dan anggota penjagaan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

Selanjutnya sekitar pukul 10.00 Wita, Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tarakan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.

“Sekitar pukul 11.00 Wita, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr H Jusuf SK Tarakan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ghazy.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui merupakan seorang pria berusia 27 tahun yang berdomisili di RT 13, Kelurahan Juata Laut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, kedua orang tua korban saat ini berada di luar Kota Tarakan. Sementara keluarga yang berada di Tarakan merupakan kerabat dekat, termasuk tante dan sepupu korban.

“Antara rumah korban dengan lokasi penemuan jenazah mencapai sekitar tiga kilometer,” sebutnya.

Keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga menyebutkan bahwa beberapa hari terakhir korban diketahui ikut membantu persiapan sebuah kegiatan yang berlangsung di kawasan Jembatan Putih. Korban terlibat dalam pemasangan tenda dan berbagai perlengkapan acara lainnya.

“Menurut keluarga, korban tidak terlihat pada Selasa (2/6) malam. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu pagi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Selain melakukan olah TKP, polisi juga berencana melakukan visum terhadap jenazah di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan untuk mendukung proses penyelidikan.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. Hasil pemeriksaan nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai dasar untuk menentukan langkah penyelidikan selanjutnya,” kata Ghazy.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk saksi yang pertama kali menemukan korban serta pihak keluarga. Polisi menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Karena seluruh proses penyelidikan masih berlangsung.

“Sementara ini belum dapat disimpulkan terkait penyebab kematian korban karena masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Polsek Tarakan Utara #penemuan mayat #meninggal