HARIAN RAKYAT KALTARA — Sebanyak 12 pelajar asal Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil lolos seleksi masuk Sekolah Unggul Garuda. Program pendidikan unggulan nasional yang digagas pemerintah pusat.
Meski jumlah tersebut terbilang sedikit, Pemerintah Provinsi Kaltara menilai capaian tersebut tetap menjadi kebanggaan. Karena proses seleksinya berlangsung sangat ketat dan kompetitif.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto mengatakan, Kaltara sebenarnya memiliki harapan lebih besar mengingat menjadi salah satu dari tiga daerah yang dipilih untuk membangun Sekolah Unggul Garuda dari awal.
“Ini sebenarnya menjadi sejarah bagi Kaltara. Kita termasuk tiga provinsi yang dipilih untuk membangun Sekolah Unggul Garuda dari awal. Tentu harapan kami anak-anak daerah bisa lebih banyak terakomodasi,” ujarnya, Senin (1/6) lalu.
Menurutnya, pada tahap awal Pemerintah Pusat merencanakan pembukaan empat kelas dengan kapasitas sekitar 160 siswa.
Namun karena berbagai pertimbangan, termasuk efisiensi anggaran, jumlah siswa yang diterima untuk tahun pertama dibatasi menjadi 80 orang atau hanya dua kelas.
Dari total kuota tersebut, hanya 12 siswa asal Kaltara yang berhasil lolos. Enam siswa ditempatkan di Kaltara. Sementara enam lainnya tersebar di sejumlah daerah seperti Bengkulu, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.
“Seleksinya murni berbasis sistem dan sangat ketat. Bahkan kami sudah berjuang dan menitipkan harapan, agar putra-putri terbaik Kaltara bisa mendapatkan kesempatan lebih besar,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah memberikan afirmasi bagi daerah. Dengan menurunkan standar nilai minimum peserta dari Kaltara dibandingkan sejumlah daerah lain.
Namun tetap saja proses seleksi berlangsung sangat kompetitif, karena harus bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Minat pelajar Kaltara untuk mengikuti seleksi juga mengalami peningkatan signifikan. Pada awal masa pendaftaran, jumlah peserta belum mencapai 70 orang. Namun setelah dilakukan sosialisasi secara masif oleh Pemprov Kaltara, jumlah pendaftar meningkat hingga lebih dari 200 siswa.
“Pak Gubernur, Pak Wagub, Ibu Rahmawati pun dan OPD terkait terus mengajak putra-putri terbaik Kaltara untuk ikut seleksi. Akhirnya pendaftarnya meningkat cukup banyak,” ungkapnya.
Meski demikian, dari ratusan peserta yang mendaftar, hanya sebagian yang memenuhi persyaratan administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Setelah melalui serangkaian tes, jumlah peserta terus mengerucut hingga tersisa 12 siswa yang dinyatakan lolos.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Kaltara. Untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan berani bersaing di tingkat nasional.
“Kami berharap 12 siswa ini bisa menjadi representasi terbaik Kaltara. Kehadiran Sekolah Unggul Garuda harus menjadi pemicu semangat bagi adik-adik kelas mereka. Agar lebih siap menghadapi kompetisi di masa mendatang,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi