Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Selain Tiongkok, 3 Negara Tetangga Ini Diam-Diam Jadi Pemasok Utama Cuan ke Kaltara

Nurismi • Senin, 1 Juni 2026 | 07:10 WIB
ILUSTRASI: Nilai impor Kaltara selama triwulan I 2026 mencapai USD 5,95 juta. Tiongkok menyumbang nilai terbesar yakni USD 5,54 juta dari total impor migas. (HRK)
ILUSTRASI: Nilai impor Kaltara selama triwulan I 2026 mencapai USD 5,95 juta. Tiongkok menyumbang nilai terbesar yakni USD 5,54 juta dari total impor migas. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Kalimantan Utara (Kaltara) dalam aktivitas impor selama Januari-Maret 2026. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara menunjukkan sebagian besar barang yang masuk ke Kaltara berasal dari negara tersebut. Baik untuk komoditas migas maupun nonmigas. 

Kepala BPS Kaltara Mustaqim mengatakan, pada sektor migas, nilai impor Kaltara selama triwulan pertama 2026 mencapai USD 5,95 juta.

Jumlah tersebut, Tiongkok menyumbang nilai terbesar yakni USD 5,54 juta atau sekitar 93,23 persen dari total impor migas. 

Selain Tiongkok, impor migas juga berasal dari Malaysia sebesar USD 0,38 juta dan Singapura sebesar USD 0,02 juta. 

“Impor migas Kaltara selama Januari hingga Maret 2026 masih didominasi oleh Tiongkok,” ujarnya, Jumat (29/5) lalu. 

Sementara itu, untuk komoditas nonmigas, nilai impor tercatat mencapai USD 81,33 juta. Lagi-lagi Tiongkok menjadi negara asal terbesar dengan nilai impor mencapai USD 49,16 juta. 

Posisi berikutnya ditempati Vietnam sebesar US$12,51 juta, Singapura USD 10,59 juta, dan negara lainnya sebesar USD 9,06 juta. 

Menurut Mustaqim, meskipun Tiongkok masih menjadi pemasok utama. Nilai impor nonmigas Kaltara secara keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Impor nonmigas Januari—Maret 2026 turun 63,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” jelasnya. 

Penurunan juga terjadi secara bulanan. Pada Maret 2026, nilai impor nonmigas tercatat sebesar USD 19,21 juta, turun 63,12 persen dibandingkan Februari 2026 yang mencapai USD 52,08 juta. 

“Kami menilai penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya kebutuhan impor sejumlah komoditas industri dan bahan baku yang masuk ke Kaltara,” tuturnya.  

Meski demikian, Tiongkok tetap menjadi negara pemasok utama bagi kebutuhan industri dan perdagangan di Kaltara.

Dominasi tersebut terlihat baik pada komoditas migas maupun nonmigas yang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan di wilayah Kaltara. 

“Struktur impor Kaltara masih menunjukkan ketergantungan yang cukup besar terhadap produk yang berasal dari Tiongkok,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, perkembangan impor akan terus menjadi salah satu indikator penting. Untuk melihat aktivitas perdagangan internasional serta kebutuhan sektor industri di Kaltara. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#nonmigas #BPS Kaltara #ekspor